SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seorang nelayan ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pegametan, Banjar Dinas Pegametan, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Minggu (1/2/2026) sore sekitar pukul 17.00 WITA.
Korban diketahui bernama Surahmat, 50, nelayan yang bermukim di Banjar Dinas Sumberwangi, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Jenazah korban pertama kali ditemukan mengapung di depan Pantai Tanjung Rijasa.
Peristiwa tersebut terungkap setelah saksi Kadek Agus Wibawa, warga setempat, menerima informasi dari nelayan setempat mengenai adanya mayat yang terlihat mengapung di laut.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada warga lainnya, yakni Putu Panca dan Ketut Catra.
Menindaklanjuti laporan itu, Putu Panca dan Ketut Catra langsung menuju lokasi menggunakan perahu untuk memastikan kondisi di tempat kejadian.
Setibanya di titik yang dimaksud, para saksi menemukan seorang pria dalam keadaan mengapung dan diduga telah meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi ke darat.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Piket Jaga Pos Polair Teluk Terima serta Polsek Gerokgak.
Petugas Polair bersama personel Polsek Gerokgak langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan tim medis di Puskesmas Gerokgak II, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah kecelakaan saat melaut.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurut Yohana, pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.
“Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan keluarga menerima kejadian ini sebagai kecelakaan saat melaut,” ujarnya.
Iptu Yohana juga mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama dengan memperhatikan kondisi cuaca serta kelengkapan alat keselamatan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Gunakan alat keselamatan dan perhatikan kondisi alam untuk mencegah kejadian serupa. Kami himbau agar tidak melaut seorang diri,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya