SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Maraknya balap liar dan penggunaan knalpot brong oleh kalangan remaja menjadi keluhan utama warga dalam kegiatan Jumat Curhat yang digelar Polres Buleleng di Aula Sida Siwa Asram, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman itu menjadi forum dialog antara kepolisian dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Camat Gerokgak I Gede Ariarimbawa Giri, Kapolsek Gerokgak Kompol Made Derawi, Danramil 1609-08/Gerokgak Kapten Inf. Made Sudiarcana, kepala puskesmas, para perbekel, kepala sekolah SMA/SMK, tokoh agama, serta perwakilan pemuda desa.
Dalam sesi dialog, warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap aktivitas balap liar yang kerap dilakukan remaja pada malam hari di sejumlah ruas jalan lurus di wilayah Gerokgak.
Kondisi jalan yang mulus dinilai sering dimanfaatkan untuk balapan, sehingga berpotensi memicu kecelakaan.
Selain balap liar, warga juga menyoroti penggunaan knalpot brong oleh sejumlah pelajar yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Tidak sedikit pelajar yang datang ke sekolah menggunakan sepeda motor dengan knalpot tidak standar.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman menegaskan pihaknya akan meningkatkan patroli di wilayah yang dianggap rawan balap liar.
“Nanti anggota Polsek akan meningkatkan patroli untuk mengantisipasi balap liar yang dilakukan remaja, terutama yang masih di bawah umur,” tegasnya.
Selain patroli, kepolisian juga akan melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah terkait tertib berlalu lintas, termasuk larangan penggunaan knalpot brong.
Dalam kegiatan itu, warga juga menyinggung persoalan lain seperti bahaya peredaran narkoba hingga pengelolaan sampah di desa.
Menurut Ruzi, penanganan narkoba dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni preemtif, preventif, dan represif.
“Ke depan frekuensinya akan kita tingkatkan dengan program sosialisasi ke sekolah-sekolah dan desa yang dianggap rawan,” jelasnya.
Polres Buleleng juga berencana memberikan pelatihan kepada anggota PAM Swakarsa di desa agar mampu membantu pengaturan lalu lintas di lingkungan masing-masing.
“Nanti akan kita tindak lanjuti dengan membuat jadwal pemberian materi dan pelatihan pengaturan lalu lintas bagi PAM Swakarsa,” katanya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya