RadarBuleleng.id - Unit Jatanras Polda Bali hingga kini belum berhasil menangkap pelaku rudapaksa dan perampokan terhadap seorang WNA asal Tiongkok yang berusia 33 tahun.
Polisi mengklaim hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pria yang diduga melakukan aksi kekerasan terhadap wisatawan tersebut.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan, sebelum menjadi korban aksi kriminal, korban sempat merayakan merayakan malam pergantian tahun bersama teman-temannya di Pantai Nyang-Nyang, Uluwatu.
Setelah acara selesai, pada Rabu (1/1/2025) dini hari mereka kembali ke penginapan masing-masing. Keempat teman korban pulang ke sebuah vila di Ungasan.
Sementara korban bersama dua temannya masih menunggu transportasi. Korban perlu waktu lebih lama mendapat transportasi, lantaran korban tinggal di sebuah villa di Mengwi. Lokasinya cukup jauh dari Uluwatu.
Setelah mendapat kendaraan, kedua temannya pulang lebih dahulu. Sementara korban tak kunjung mendapat transportasi.
Karena ditinggal sendirian, JT berinisiatif berjalan kaki sambil mencari transportasi untuk kembali ke villa di Mengwi.
Dalam perjalanan, ia menerima tawaran ojek dari seorang pria yang belakangan justru melakukan rudapaksa kepada korban
Dalam perjalanan, korban merasa rute yang diambil tidak menuju villanya. Ia justru diajak melewati jalan gelap yang hanya dikelilingi semak-semak.
Korban mencoba menghubungi temannya. Namun, pelaku langsung berhenti dan merampas ponsel korban. Pelaku kemudian mengancam korban dan melakukan aksi tidak senonoh pada korban.
"Korban merasa ketakutan. Korban sempat turun dari motor dan berusaha kabur. Tapi pelaku mencekik leher korban. Selanjutnya korban diseret ke semak-semak dan mengalami rudapaksa dengan disertai kekerasan fisik," ungkap Jansen kemarin (7/1/2025).
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka lecet di leher, kedua tangan, punggung, dan kaki. Ia juga mengalami sakit di area vitalnya.
Tak cukup itu saja, pelaku juga merampas perhiasan korban. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri.
Jansen menyatakan, saat ini Polda Bali telah mengerahkan tim untuk mengejar pelaku aksi rudapaksa dan perampokan terhadap WNA tersebut.
"Kejadian ini sangat mencoreng citra pariwisata Bali. Kami terus melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku," tegas Jansen. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya