SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kasus kematian yang menimpa Komang Juliartawan alias Basir, 31, warga Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, semakin menyita perhatian publik.
Dia diduga kuat dikeroyok oleh tiga orang oknum prajurit TNI AD yang bertugas di Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW). Mereka adalah Sertu KSY, Prada PAH, dan Pratu MR.
Ternyata dua orang pelaku, yakni Sertu KSY dan Prada PAH mengenal baik sosok korban Komang Basir.
Sertu KSY dan Prada PAH diketahui berasal dari desa yang sama dengan korban. Yakni dari Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu. Mereka kerap berkegiatan di sasana bela diri.
Sertu KSY aktif pada bela diri kick boxing. Sementara Prada PAH kerap mengikuti kejuaraan wushu dan kick boxing. Belum lama ini, Prada PAH juga pernah meraih medali pada kejuaraan tingkat provinsi.
Korban Komang Basir juga sering berkegiatan bersama dengan Sertu KSY dan Prada PAH di sasana bela diri. Tadinya korban berkompetisi pada kejuaraan wushu, namun belakangan lebih aktif di kick boxing.
Sertu KSY dan Prada PAH bahkan menjadi mentor sekaligus pelatih korban Komang Basir pada olahraga kick boxing.
Pada Maret lalu, Sertu KSY juga sempat mendampingi korban pada pertandingan bela diri yang berlangsung di Lapangan Futsal Sepang.
“Keduanya ini punya hubungan dengan korban. Mereka juga melatih korban bela diri,” ungkap salah seorang keluarga korban.
Ironisnya, hubungan pelatih dan atlet itu justru berujung tragis. Komang Basir meregang nyawa setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh para pelatihnya sendiri.
Motif di balik aksi kekerasan ini diduga dipicu persoalan pribadi. Komang Basir diketahui menggelapkan dan menggadaikan sepeda motor milik orang tua Prada PAH.
Uang hasil gadai disebut-sebut dihabiskan untuk judi tajen (sabung ayam). Hal tersebut memicu kemarahan para pelaku hingga nekat melakukan aksi main hakim sendiri.
Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Candra menyatakan Polisi Militer telah menangkap ketiga orang prajurit yang melakukan penganiayaan kepada korban.
Kolonel Candra menegaskan, Kodam IX/Udayana menjunjung tinggi supremasi hukum dan tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran, terlebih yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI.
"Kami mengimbau semua pihak untuk memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum dalam menjalankan proses penyidikan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Komang Juliartawan alias Basir tewas setelah dikeroyok tiga orang oknum anggota TNI.
Permasalahan berawal saat korban Komang Juliartawan alias basir meminjam sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DK 6426 AAB milik orang tua tersangka Prada PAH.
Bukannya dikembalikan, sepeda motor itu ternyata digadaikan di wilayah Tabanan. Hal itu membuat tersangka Prada PAH naik pitam.
Dia sempat mencari sepeda motor orang tuanya hingga ditemukan di Tabanan. Prada PAH juga sempat meminta keluarga korban mengirimkan uang Rp 2,2 juta untuk menebus sepeda motor.
Dalam kondisi emosi, Prada PAH mengajak dua orang rekannya, yakni Sertu KSY dan Prada MR mencari korban di wilayah Denpasar. Mereka akhirnya menemukan korban di kawasan Jalan Drupadi, Denpasar pada Minggu (4/5/2025) malam.
Selanjutnya korban dibawa menggunakan mobil Nissan dengan nomor polisi H 8785 JQ. Mereka selanjutnya membawa korban ke GOR Ngurah Rai Denpasar.
Di sana korban dinterogasi dan dipukuli hingga tak sadarkan diri. Selanjutnya para pelaku membawa korban ke Buleleng. Pada Senin (5/5/2025) pagi, salah satu tersangka juga sempat menghubungi keluarga korban, agar menjemput korban di RSUD Buleleng.
Sampai di rumah sakit, keluarga korban mendapati mendiang telah meninggal dunia. Korban mengalami luka lebam di sekujur tubuh, serta patah pada tulang kanan dan tulang leher. Tak terima dengan kejadian tersebut, keluarga korban melapor ke Polisi Militer.
Kini jenazah korban telah dikuburkan di Setra Desa Adat Sepang, Kecamatan Busungbiu. Jenazah korban dikebumikan pada Selasa (6/5/2025) sore. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya