Kasus Pembunuhan di Arena Tajen, Mangku Luwes Terancam Hukuman Berat
Andre Sulla• Selasa, 17 Juni 2025 | 17:10 WIB
Ilustrasi, korban Komang Alam Sutawan meninggal dunia setelah ditikam Wayan Luwes alias Mangku Luwes di arena tajen Songan, Kintamani.
Radarbuleleng.jawapos.com- Pelaku pembunuhan I Komang Alam Sutawan, 37, yakni Wayan Luwes alias Mangku Luwes, alias Jro Luwes, 56, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah di Denpasar, Minggu (15/6) kemarin.
Mangku Luwes kini dalam perawatan intensif terkena sabetan taji ayam pada tubuhnya, paksa duel di arena sabung ayam (tajen) Enjung Les, Banjar Tabu, Desa Songan, Kintamani, Bangli, Sabtu 14 Juni 2025 sekitar pukul 16.00 WITA.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menyatakan, masalah tersebut ditangani Polsek dan Polres setempat.
Polisi masih dalami keterangan saksi-saksi dan motif dari kerusuhan hingga mengakibatkan nyawa orang melayang. "Motifnya masih didalami," pungkasnya.
Untuk diketahui, 9 tahun lalu atau tepatnya di tahun 2016, Mangku Luwes juga pernah menghabisi nyawa Gede Pasek,34, tahun warga Banjar Ulun Danu, Desa Songan, Kintamani, Bangli.
Mangku Luwes berstatus terpidana 17 tahun penjara dalam kasus penebasan maut di jalan menuju Pura Kayu Selem, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli tahun 2016 silam. Dia baru bebas dua bulan lalu dari Lapas Nusa Kambangan.
Kini dia membunuh lelaki warga Banjar Songan, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli menjadi korban kedua yakni Komang Alam.
Informasi yang beredar, Mangku Luwes datang membawa pisau ke Arena Sabung Ayam Enjung Les, Banjar Tabu, Desa Songan, Sabtu, 14 Juni 2025.
Sabung ayam ini dimulai pukul 12.00 WITA. Digelar oleh warga Desa Songan bertempat di Enjung Les, Banjar Tabu, Desa Songan.
"Mangku Luwes yang tercatat sebagai warga Banjar Tabu, Desa Songan B, datang dalam keadaan mabuk," beber sumber polisi.
Setibanya di sana, dia bertanya sekaligus mencari pihak yang mengadakan sabung ayam alias tajen tersebut.
Hal ini selanjutnya memicu terjadinya perkelahian yang menyebabkan luka di bagian perut Komang Alam akibat senjata tajam.
Di sisi lain, Mangku Luwes juga terkena sabetan taji ayam, namun nyawanya terselamatkan.
Keduanya dilarikan ke Puskesmas V Kintamani, Songan. Di puskesmas itu Komang Alam oleh petugas medis dinyatakan meninggal dunia, namun dari pihak keluarga tetap memaksa korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli guna mendapatkan pertolongan.***