Radarbuleleng.jawapos.com- Selain motif, penyidik sementara menggali asal usul senjata api (Senpi) yang digunakan tiga gangster asal Negeri Kangguru ini.
Kepada polisi, tersangka Darcy Francesco Jenson, 37, Coskun Mevlut, 23, dan Tupou Pasa I Midolmore, 37, mengaku membeli dua pucuk senjata api (senpi) secara online.
Namun, ketiga tersangka ini mengaku telah dibuang usai melakukan penembakan di Villa Casa Cantisya, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi Badung.
Sejumlah sumber polisi mengatakan, penyidik terus mendalami keterangan tiga gangster asal Australia itu.
Selain motif, asal usul senpi sementara di dalami.
Dari tiga orang lelaki berbadan kekar itu, hanya dua orang saja yang memegang senpi, yakni tersangka Darcy Francesco Jenson dan Coskun, sememtara Tupou tidak.
Para pembunuh bayaran bermotif dendam lama ini mendapatkan senjata dan peluru dengan beli melalui online.
Namun, siapa yang memesan dan berapa harga satu pucuk senpi beserta harga peluru masih dikembangkan.
"Beli secara online. Namun sudah di buang saat pelarian usai melakukan penembakan," beber sumber petugas, Jumat (20/6) kemarin.
Sumber polisi yang meminta namanya dirahasiakan ini menambahkan, tiga lelaki itu klaim sama sekali tidak mengetahui di daerah mana dua pucuk senjata itu dibuang.
"Mereka sama sekali tidak tahu di mana lokasi merfeka membuang dua pucuk senjata api tersebu. Namun di sebut dekat persawahan. Karena itu kami masih dalami lagi keterangan para pelaku," pungkas sumber polisi.
Terkait tiga orang tersangka ini sejak kapan masuk Bali, apakah tujuan mencari dua korban, apa jenis pistol, lalu daerah mana pelaku buang pistol serta benar mereka beli senjata secara online?, Kapolres Badung memberikan jawaban.
"Kami masih lakukan pengembangan, semoga dapat diketahui dalam waktu dekat," ujar Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara.
Seperti berita sebelumnya, hasil pengembangan sementata korban selamat bernama Sanar Ghanim, 35, sang istri Daniela, 27, dan Gourdeas Jazmyn, 29, istri dari almarhum Zivan Radmanovic, 32, sama sekali tidak mengenali tiga gangster Aussie itu.
Selain tidak dikenali, diakui bahwa Zanar dan almarhum Zivan tidak pernah terlibat masalah dengan tiga orang misterius tersebut.
Dari keterangan yang dirangkum inilah, analisa awal, para pelaku ini merupakan pembunuh bayaran.
Belakangan penyidik mendapatkan informasi bersumber dari media massa Luar Negeri, Zanar pernah jalani hukuman badan di penjara beberapa tahun lalu, karena terlibat kasus penembakan di Australia.
Kuat dugaan, upaya balas dendam menguat dibalik aksi koboi penembakan di Bali ini.
Misteri penembakan maut di Villa Casa Cantisya, terungkap dari tato gangster Aussie bernama Tupou Pasa I Midolmore, usia 37 tahun.
Tupou terekam CCTV saat membeli rokok di salah satu toko sembako, tak jauh dari Villa Casa Cantisya, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi Badung, beberapa menit sebelum terjadi aksi penembakan.
Dia juga terekam CCTV saat beli makan ringan di salah satu toko di Jembrana.
Dari sinilah diketahui bawa gangster asal Negeri Kanguru itu telah kabur ke luar Bali.
Polda Bali langsung mengeluarkan surat koordinasi dengan sejumlah pihak, baik kepada Kepolisian tetangga, Mabes Polri, Imigrasi.
Sempat kehilangan jejak di daratan Jawa. Ternyata mereka ganti mobil tumpangi Suzuki XL 7.
Lalu, terungkap dua orang telah kabur lebih dahulu ke Singapura setelah Darcy diamankan di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.
Kepolisian Indonesia berkoordinasi dengan kepolisian negara-negara tetangga.
Walaupun sudah tiba di Changi Airport, Singapura, ke duanya sudah tidak bisa ke mana-mana, sehingga diciduk dengan mudah dini hari itu juga.
Darcy juga buka-bukaan, aksi mereka sudah direncanakan. Terlebih dahulu melakukan tindak kejahatan lain yakni penipuan dan penggelapan sewa dua motor dan dua unit mobil untuk memuluskan upaya pembunuhan.
Mereka gunakan dua motor berangkat ke Villa dan melakukan kekerasan (penembakan) Sabtu, 14 Juni 2025, sekitar pukul 00.20 WITA.
Usai melakukan pembunuhan, Darcy, Coskun, dan Tupou, kabur menggunakan dua motor matic.
Dari TKP, tiga lelaki ini bergeser ke lokasi penyimpanan mobil di kawasan Badung. Motor ditinggal pergi lalu menumpangi Toyota Fortuner warna putih DK 1537 ABB.
Tim Gabungan Polda Bali, Polres Badung, Bareskrim, Imigrasi, Divhubinter, NCP Interpol, pun berkoordinasi untuk men-tracking jejak ketiganya.
Mobil Fortuner ini ditemukan oleh petugas di kawasan Jembrana.
Ternyata para pelaku diketahui menggunakan mobil Suzuki XL 7 warna putih DK 1339 FBL untuk menyeberang menuju Surabaya.
Mereka selanjutnya menancap gas ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta untuk kemudian kabur ke Luar Negeri.***
Editor : Donny Tabelak