Radarbuleleng.jawapos.com- Tewasnya pengusaha asal Australia Zivan Radmanovic, 32, di Bali yang ditembak tiga orang gengster yang juga berasal dari Australia diduga kuat bermotif pesaingan bisnis.
Karena persaingan bisnis, tiga warga negara asing (WNA) Australia pelaku pembunuh bayaran itu dikenakan pasal berlapis, baik Pembunuhan Berencana, Penganiayaan, Undang-undang Darurat hingga Penggelapan kendaraan.
Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, SH., SIK., MH., M.Tr., membenarkan terkait penerapan pasal terhadap kejahatan internasional yang melibatkan sesama warga asal Australia ini.
"Terkait motif, masih dilakukan pengembangan. Saya akan konfirmasi ke penyidik dulu," jelasnya, Rabu (25/6).
Lebih lanjut dijelaskan, pastinya para pelaku dijerat pasal berlapis diantaranya dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Ketiganya juga dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Selain itu, penyidik menjerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 20 tahun.
"Ada juga Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana maksimal hukuman mati," pungkas Kapolres Badung.
Sementara itu sumber lain mengatakan, pengembangan sementara diketahui bahwa almarhum Zivan merupakan seorang pebisnis.
Dia bekerja sebagai pengusaha alat berat dan bisnis properti di Australia. Sementar Gourdeas Jazmyn, 30, merupakan istri ke dua dari almarhum.
"Kuat dugaan, motif adalah sakit hati saingan bisnis berujung maut di tangan aksi gangster suruhan," duga sumber petugas.
Dikatakan, Sanar Ghanim, 35, sang istri Daniela, 27, dan Gourdeas Jazmyn, 29, istri dari almarhum Zivan Radmanovic, 32, sama sekali tidak kenal dengan tiga gangster Aussie itu.
Dan hingga kini, tiga tersangka yakni Darcy Francesco Jenson, 37, Coskun Mevlut, 23, dan Tupou Pasa I Midolmore, 37, tutup mulut. Hal ini membuat penyidik sedikit kesulitan.
Ketiganya belum mengaku terkait motif menghabisi korban dan melukai seorang lainnya.
Walaupun demikian, telah diketahui bahwa Darcy datang ke Bali sejak Januari 2025.
Sementara itu, tersangka Coskun dan Tupou datang bulan Juni 2025, setelah mengetahui korban tewas dan istrinya yang telah dikaruniai dua orang anak telah berangkat di Bali.
"Darcy diarahkan mempersiapkan segala perlengkapan melakukan pembunuhan," tambahnya.
Karena itu, setibanya di Bali, ke tiganya langsung melakukan aksi koboi tersebut. Oleh sebab itu, dugaan unsur pembunuh bayaran secara terorganisir terlihat dan indikasi gengster suruhan jelas diketahui. "Ya, kami masih dalami lagi," pungkas sumber.
Seperti berita sebelumnya, Senin 16 Juni 2025 merupakan hari bahagia bagi wanita Australia sapaan Jazmyn.
Namun bukan kebahagiaan yang diperoleh namun kisah pilu yang dirasakan. Sebab ia terpaksa merayakan momen bertambah usia 30 tahun di samping jenazah suami terkasih hakni Zivan Radmanovic, 32.
Perayaan Ultah berlangsung di kamar mayat Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah, Denpasar, akibat aksi penembakan sadis gengster Aussie di Villa Casa Cantisya 1, Gang Maja, Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Badung, Sabtu 14 Juni 2025.
Jazmyn mengaku tidak memiliki firasat buruk sama sama sekali. Namun firasatnya semakin cantik menjelang usia 30 tahun.
Ini dirasakan ketika ia berkaca di dalam kamar rumahnya beberapa hari sebelum diajak liburan, honeymoon sekaligus merayakan ulang tahun di Bali.
Ternyata firasat itu berubah menjadi duka mendalam ketika berada di Bali. Jazmyn dan Zivan tiba di Bali, Kamis 12 Juni 2024.
Mereka menginap di Villa yang telah di kontrak dan ditempati Sanar Ghanim, 35, dan sang istri Daniela, 27.
Selain Zivan dan Sanar sudah saling kenal. Status Jazmyn dan Daniela bersaudara kandung.
Setelah menikah, keduanya belum pernah honey moon. Karena itu ke pasutri ini diketahui sangat bahagia sejak hari pertama tanggal 12 Juni 2025 dan hari kedua Jumat 13 Juni 2025.
Belum sampai pada puncak perayaan ulang tahun Jazmyn, ternyata petaka maut menjemput nyawa sang suami, Sabtu dini hari 14 Juni 2025. Karena itu wanita tersebut masih alami syok dan trauma berat sampai detik ini.***
Editor : Donny Tabelak