RadarBuleleng.id - Kasus dugaan kekerasan yang menewaskan dua orang di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali terus ditangani aparat kepolisian.
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bangli resmi menetapkan tiga warga Songan sebagai tersangka.
Ketiganya masing-masing berinisial IKA, 26, IJW, 40, dan INB, 32. Usai penetapan status hukum, ketiganya langsung ditahan di Polres Bangli untuk proses lebih lanjut.
Informasi yang diterima dari sumber internal kepolisian menyebutkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa hampir sepuluh saksi serta mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Meski sudah ada tiga tersangka, polisi belum menutup kemungkinan adanya penambahan pelaku.
Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa serta mencari pihak lain yang mungkin ikut terlibat.
Penyidik disebut masih menelusuri motif utama dan siapa yang memicu terjadinya keributan tersebut.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy membenarkan perkembangan perkara ini.
Ia menyatakan bahwa penyelidikan masih berlanjut, termasuk pendalaman peran masing-masing tersangka.
“Ya, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan penahanan sudah dilakukan,” ujar Ariasandy.
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa ini berawal dari percakapan di media sosial yang memicu salah paham.
Situasi kemudian memanas dan berujung pertemuan kedua pihak di lapangan, yang diduga berkembang menjadi bentrok fisik hingga menyebabkan dua orang korban meninggal dunia dan satu orang lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Usai kejadian, tim gabungan dari Polres Bangli dan Polsek Kintamani bergerak cepat ke lokasi, mengamankan para terduga pelaku serta barang-barang yang diamankan sebagai alat bukti.
Polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan mengumpulkan keterangan para saksi untuk memastikan kronologi yang akurat.
Dua korban kini disemayamkan di rumah duka masing-masing di Banjar Tabu, Desa Songan A.
Aktivitas warga mulai kembali normal, meskipun aparat masih melakukan penjagaan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah munculnya provokasi ataupun aksi balasan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya