Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Peristiwa Baku Hantam di Desa Tigawasa Berujung Saling Lapor, Polisi Dalami Dua Versi Penganiayaan

Francelino Junior • Senin, 12 Januari 2026 | 15:09 WIB

 

Ilustrasi pengeroyokan yang menimpa seorang pengendara motor di Bali. Pelaku diduga geng motor.
Ilustrasi pengeroyokan yang menimpa seorang pengendara motor di Bali. Pelaku diduga geng motor.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Insiden yang terjadi di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat malam (9/1/2026), berbuntut panjang. 

Peristiwa tersebut kini berujung pada saling lapor antara pihak-pihak yang terlibat, dengan kepolisian menangani dua laporan berbeda terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.

Polres Buleleng membenarkan adanya dua laporan polisi yang masuk dan masih berkaitan dengan insiden yang sama. 

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, masing-masing laporan memuat kronologi versi pelapor.

“Benar, telah diterima dua laporan yang berkaitan dengan kejadian di Desa Tigawasa pada Jumat, 9 Januari 2026. Saat ini seluruh laporan masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya,” ujar Yohana saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026).

Laporan pertama tercatat dengan Nomor LP/B/12/I/2026/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali, tertanggal 10 Januari 2026. Laporan ini terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA di Jalan Tempekan Pangus Sari, Desa Tigawasa.

Dalam laporan tersebut, korban I Made Martawan, 29, karyawan swasta, mengaku menjadi korban pemukulan. Saat kejadian, korban bersama rekannya, Komang Sudiantara, 31, petani/pekebun, baru saja membeli dan minum tuak di wilayah Munduk Ngandang dan hendak pulang menggunakan sepeda motor.

Namun di tengah perjalanan, sepeda motor yang mereka tumpangi terjatuh akibat jalan licin karena hujan. Saat berupaya mengangkat motor, terjadi cekcok dengan warga setempat. 

Cekcok berujung pada dugaan pemukulan berulang ke arah wajah korban hingga terjatuh. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian bibir atas dan melaporkan peristiwa itu ke Polres Buleleng.

Sementara itu, laporan kedua tercatat dengan Nomor LP/B/2/I/2026/SPKT/Polsek Banjar/Polres Buleleng/Polda Bali, juga tertanggal 10 Januari 2026. Laporan ini dibuat oleh I Made Punayasa, warga Banjar Dinas Pangus Sari, Desa Tigawasa, dengan dugaan tindak pidana pengeroyokan.

Dalam laporannya, korban menyebutkan bahwa sekitar pukul 20.00 WITA, empat orang menggeber-geber sepeda motor di depan rumahnya sehingga mengganggu ketenangan. 

Korban kemudian keluar rumah untuk menegur. Namun setelah ditegur, para terlapor justru berhenti di depan rumah korban dan diduga melakukan penarikan baju, mendorong, serta pemukulan secara bergantian kepada korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka, antara lain luka di dahi kanan, bengkak di dahi kiri, luka cakaran di perut sebelah kiri, serta nyeri pada leher dan kepala bagian belakang. Korban juga mengaku sempat terjatuh dan tidak mengingat secara jelas kejadian setelahnya hingga akhirnya warga datang melerai.

Yohana menegaskan, kepolisian akan menangani kedua laporan tersebut secara profesional dan objektif. 

Saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa para saksi, korban, serta mengumpulkan alat bukti untuk memastikan kronologi dan peran masing-masing pihak.

Polres Buleleng juga menghimbau masyarakat agar menahan diri, tidak mudah terpancing emosi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian agar permasalahan dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#penganiayaan #bali #Laporan #Peristiwa #tuak #kepolisian #insiden #kronologi #Banjar #pengeroyokan #Polres Buleleng #tigawasa #buleleng