Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Samarkan Jejak, Penyelundupan Ganja ke Buleleng Pakai Identitas Palsu

Andre Sulla • Rabu, 28 Januari 2026 | 09:28 WIB

 

JARINGAN SUMATERA: Para pengedar narkoba jenis ganja. Mereka terlibat jaringan sumatera. Keduanya mendapat tugas mengedarkan narkoba di Buleleng dan Tabanan.
JARINGAN SUMATERA: Para pengedar narkoba jenis ganja. Mereka terlibat jaringan sumatera. Keduanya mendapat tugas mengedarkan narkoba di Buleleng dan Tabanan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar jaringan penyelundupan narkoba jenis ganja ke Kabupaten Buleleng, Bali.

Jaringan pengedar ini memanfaatkan modus klasik namun licik. Yakni mengirim paket ekspedisi menggunakan identitas palsu, baik sebagai pengirim maupun penerima, untuk mengelabui aparat.

Sebanyak dua orang pelaku diamankan dalam operasi panjang sejak pagi hingga malam hari di wilayah Kabupaten Buleleng, Jumat (17/1/2026). Mereka adalah Suryadi Pajri, 25, dan Gammal Rakhmany Ely, 33.

Paket mencurigakan tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi dari Kampar Bangkinang, Riau, dengan tujuan Buleleng, Bali. 

Barang haram itu terlebih dahulu diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Riau menuju Denpasar, sebelum diteruskan ke alamat tujuan di Bali Utara.

Dalam pemeriksaan dokumen pengiriman, petugas menemukan adanya rekayasa identitas. 

Nama pengirim tercantum sebagai Budi Hariyanto, warga Kampar Bangkinang. Namun, setelah ditelusuri, identitas tersebut dipastikan fiktif.

Modus serupa juga digunakan pada bagian penerima. Paket ditujukan kepada seseorang bernama Zaka Parwira. Belakangan terungkap, nama tersebut hanyalah samaran. 

Penerima sebenarnya adalah Suryadi Pajri, warga Desa Pegayaman yang indekos di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Petugas kemudian mendatangi alamat tujuan pengiriman sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, Suryadi sempat mengelak dan meminta agar paket diletakkan di meja area parkir sepeda motor dengan alasan tidak berada di tempat. Sikap tersebut justru memicu kecurigaan petugas yang kemudian melakukan pemantauan tertutup.

Sekitar pukul 17.00 WITA, Suryadi terlihat turun dari lantai dua rumah kos dan mengambil paket tersebut. Petugas langsung menangkap Suryadi.

Meski sempat berkelit, Suryadi akhirnya mengakui bahwa paket tersebut berisi ganja seberat sekitar 1 kilogram. 

Ia mengaku hanya berperan sebagai penerima dengan imbalan Rp1 juta, asalkan bersedia menerima paket menggunakan identitas palsu.

Pengembangan kasus pun berlanjut. Dari hasil pemeriksaan ponsel Suryadi, petugas menemukan rencana penyerahan paket kepada pemilik sebenarnya di wilayah Candi Kuning, Baturiti, Tabanan.

Sekitar pukul 20.30 WITA, seorang pria dengan ciri-ciri sesuai hasil profiling datang ke lokasi yang telah disepakati. Pria tersebut diketahui bernama Gammal Rakhmany Ely, asal Bogor. 

Saat hendak diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan dan nekat mematahkan ponselnya sendiri untuk menghilangkan barang bukti percakapan jaringan.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Provinsi Bali, Kombes Tri Kuncoro, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia menyebut kedua tersangka kini diamankan di Kantor BNNP Bali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik masih mendalami jalur distribusi, peran masing-masing pelaku, serta kemungkinan keterkaitan jaringan lintas daerah yang memanfaatkan jasa ekspedisi dan identitas palsu untuk menyelundupkan narkotika ke wilayah Buleleng dan sekitarnya.

“Kami masih mendalami keterangan mereka berdua. Modus ini menunjukkan jaringan narkotika semakin rapi dan sistematis, namun pengawasan, khususnya pada jalur logistik dan ekspedisi udara, akan terus kami perketat,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #garuda indonesia #ekspedisi #pengedar #pegayaman #sambangan #riau #narkotika #bnn #narkoba #ganja #bali utara #buleleng #indekos #kampar