RadarBuleleng.id - Wilayah Kepulauan Nusa Penida rentan menjadi lokasi peredaran narkotika di Provinsi Bali.
Destinasi wisata andalan Kabupaten Klungkung, Bali, itu disebut kerap dijadikan lokasi penyebaran sabu oleh oknum tertentu.
Terbaru, Tim Jalak Nusa Polsubsektor Lembongan mengamankan seorang pria berinisial F, 43, asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, di sebuah penginapan di Jalan Raya Jungutbatu, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, pada Kamis (26/2/2026) lalu.
Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di kawasan penginapan yang banyak dihuni pendatang dan wisatawan.
Menindaklanjuti informasi itu, tim yang dipimpin Ps Kapolsubsektor Lembongan Bripka I Ketut Astawan langsung bergerak melakukan penyelidikan.
Saat penggeledahan yang disaksikan saksi setempat, petugas menemukan satu paket plastik klip berisi kristal bening yang diduga sabu, plastik klip bekas pakai, serta alat hisap atau bong.
Barang bukti tersebut langsung diamankan bersama terduga pelaku untuk proses hukum lebih lanjut di Satuan Reserse Narkoba Polres Klungkung.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menegaskan wilayah kepulauan seperti Nusa Penida dan Nusa Lembongan memang menjadi atensi khusus aparat.
Selain sebagai destinasi wisata internasional, kawasan tersebut juga rawan dimanfaatkan sebagai jalur maupun lokasi peredaran narkoba.
“Kami berkomitmen menjaga Nusa Penida tetap aman dan bersih dari narkoba. Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan untuk bersama-sama melindungi generasi muda serta menjaga citra pariwisata daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepolisian tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di wilayah hukumnya.
Setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai langkah pencegahan agar Nusa Penida dan Nusa Lembongan tidak semakin dicap sebagai lokasi peredaran sabu.
Polsek Nusa Penida juga mengimbau warga, pelaku usaha penginapan, hingga pengelola wisata untuk lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya