Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pelaku Pembunuhan WNA Belanda di Bali Masih Misterius. Korban Diketahui Punya Bisnis

I Wayan Widyantara • Rabu, 25 Maret 2026 | 17:12 WIB

 

MASIH PENYELIDIKAN: Kapolres Buleleng, AKBP Joseph Edward Purba (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polres Badung.
MASIH PENYELIDIKAN: Kapolres Buleleng, AKBP Joseph Edward Purba (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polres Badung.

RadarBuleleng.id – Penyidik Polres Badung terus memburu dua orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda yang terjadi pada Senin (23/3/2026) malam.

Hingga kini, identitas para pelaku masih misterius. Polisi pun belum bisa menarik motif yang memicu tindak kekerasan terhadap WNA tersebut.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba mengungkapkan, jumlah pelaku sudah teridentifikasi berdasarkan hasil penyelidikan awal. Namun, detail ciri-ciri keduanya masih dalam pendalaman.

”Dari hasil penyidikan dan keterangan saksi, pelaku teridentifikasi berjumlah dua orang. Namun ciri-ciri detail terhadap pelaku masih dalam proses pendalaman penyidikan,” kata Edward di Polres Badung, Rabu (25/3/2026).

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi mengintensifkan pemeriksaan saksi serta menggali informasi dari orang-orang terdekat korban. Penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian juga terus dilakukan.

”Langkah-langkah mencari identitas pelaku kami optimalkan dengan pemeriksaan saksi dan orang terdekat korban. Tujuannya untuk mencari apakah sebelumnya korban ada permasalahan dengan orang lain, termasuk melakukan penyisiran CCTV di jalur TKP,” katanya.

Sejauh ini, lima saksi telah dimintai keterangan dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Meski demikian, penyidik belum menemukan adanya hubungan antara korban dengan para pelaku.

”Sampai saat ini kami belum menemukan adanya hubungan atau koneksi antara korban dan terduga pelaku, dan hal tersebut masih kami dalami,” jelasnya.

Polisi juga belum dapat memastikan apakah ada konflik tertentu yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Motif penganiayaan masih gelap dan terus didalami.

”Kami belum bisa menyimpulkan karena pelaku sampai saat ini belum terungkap dan kami masih menggali fakta-fakta tersebut dalam proses penyelidikan yang tengah berlangsung,” tambahnya.

Dari data keimigrasian, korban diketahui telah beberapa kali keluar-masuk Bali sebelum akhirnya menetap sejak 2024. Korban juga disebut memiliki sejumlah usaha di Bali.

”Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak imigrasi, korban berada di Bali terakhir mulai tahun 2024 sampai saat ini. Namun sebelumnya korban beberapa kali keluar masuk Bali. Korban juga diketahui memiliki beberapa usaha atau bisnis di Bali,” ungkap Kapolres.

Terkait spekulasi bahwa pelaku merupakan WNA atau telah melarikan diri ke luar negeri, polisi belum dapat memastikan. Namun, koordinasi dengan pihak imigrasi terus dilakukan.

”Belum bisa kami pastikan karena proses penyelidikan sedang berlangsung,” katanya.

Langkah pencekalan terhadap pelaku juga belum dilakukan karena identitas keduanya belum sepenuhnya terungkap.

“Setelah identitas pelaku terungkap, langkah tersebut akan kami lakukan jika memang diperlukan. Namun saat ini pencekalan belum dilakukan karena identitas pelaku belum terungkap,” tegasnya.

Polisi juga menyoroti modus pelaku kejahatan yang kerap menggunakan atribut ojek online untuk menyamarkan identitas.

”Menurut pengamatan kami, jaket ojol sudah sangat mudah untuk dibeli atau didapatkan sehingga membuat para pelaku kejahatan mempergunakannya untuk menghilangkan jejak mereka,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, WNA asal Belanda, Rene Pouw, 49, menjadi korban pembunuhan. Korban diserang saat hendak keluar dari villa bersama kekasihnya, Pujiani, 30. 

Sebanyak dua orang pria tak dikenal yang datang berboncengan sepeda motor tiba-tiba menyerang menggunakan pisau.

Salah satu pelaku disebut mengenakan jaket ojek online berwarna hitam hijau, sementara rekannya memakai kaos oranye. Korban yang tidak sempat menghindar menjadi sasaran utama hingga akhirnya tewas di lokasi kejadian. Usai melakukan penyerangan, kedua pelaku langsung melarikan diri. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#penganiayaan #tkp #imigrasi #saksi #warga negara asing #kekerasan #penyelidikan #polres badung #belanda #cctv #pembunuhan #pelaku #penyidik #wna