Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dua Pria Tewas di Benoa Diduga Diserang Geng Motor, Polisi Buru Pelaku

I Wayan Widyantara • Jumat, 10 April 2026 | 17:07 WIB
EVAKUASI: Aparat kepolisian dan BPBD Denpasar mengevakuasi dua jenazah pria di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, yang diduga menjadi korban kekerasan geng motor. (Polresta Denpasar)
EVAKUASI: Aparat kepolisian dan BPBD Denpasar mengevakuasi dua jenazah pria di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, yang diduga menjadi korban kekerasan geng motor. (Polresta Denpasar)

 

RadarBuleleng.id – Kasus penemuan dua jenazah pria dalam kondisi mengenaskan di kawasan mangrove Jalan Raya Pelabuhan Benoa mulai menemui titik terang. 

Setelah sebelumnya diduga korban penganiayaan, polisi kini mengarah pada dugaan kuat keterlibatan geng motor dalam insiden berdarah tersebut.

Peristiwa yang menggegerkan warga itu pertama kali diketahui pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 04.30 WITA. 

Sebanyak korban ditemukan tergeletak di area hutan mangrove dengan kondisi penuh luka dan sebagian tubuh terbakar.

Dalam perkembangan terbaru, fakta di lapangan menguatkan dugaan bahwa kedua korban menjadi sasaran serangan brutal secara berkelompok. 

Pola penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah orang menggunakan sepeda motor mengarah pada aksi khas geng motor.

Salah satu saksi selamat, Budi Listiyono, 25, asal Semarang, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian dirinya bersama dua korban sempat mengonsumsi minuman beralkohol di kawasan Benoa sekitar pukul 02.30 WITA.

”Setelah itu kami diajak membeli minum lagi menggunakan ojek online. Namun karena tidak ada warung yang buka di traffic light Pesanggaran, kami turun dan berjalan kaki ke arah Benoa,” ujarnya.

Saat beristirahat di depan sebuah restoran, situasi tiba-tiba berubah mencekam. Sekelompok orang yang datang dengan sepeda motor langsung melakukan penyerangan tanpa banyak bicara.

”Tiba-tiba datang sekitar enam atau tujuh orang dan langsung memukul serta mengeroyok kami. Saya kemudian lari menyelamatkan diri dan bersembunyi di belakang restoran. Setelah itu saya mengetahui kedua teman saya sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Saksi lain, Yos Barliansyah, 56, juga mengaku sempat melihat aksi mengerikan tersebut. Ia mendengar keributan sekitar pukul 04.30 WITA sebelum akhirnya keluar rumah.

Saat ia keluar rumah, saksi dan melihat ada beberapa orang yang telah membakar tubuh korban.

Sementara itu, pecalang Banjar Pesanggaran, Wayan Diyantara, 55, mengatakan dirinya menerima laporan sekitar pukul 04.54 WITA dan langsung menuju lokasi.

Saat ia sampai di lokasi kejadian, saksi mendapati ada  kobaran api dan ada dua orang yang terbakar di rawa depan restoran. Ia pun langsung menghubungi pihak kepolisian.

Adapun dua korban yang ditemukan diketahui bernama Hisam Adnan, 29, asal Semarang, dan satu korban lainnya yang sebelumnya belum teridentifikasi, kini disebut sebagai Egi, meski identitas lengkapnya masih didalami.

Keduanya ditemukan dengan luka serius. Selain luka terbuka di bagian kepala dan tubuh, terdapat luka bakar yang diduga sengaja dilakukan untuk menghilangkan jejak.

Di lokasi kejadian, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, seperti sepatu, sandal, pecahan botol, ponsel, dompet, hingga potongan kayu dan botol berisi sisa bahan bakar.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, sebelumnya membenarkan adanya dugaan penganiayaan dalam kasus ini.

”Untuk sementara, ada dugaan penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Analisa awal, mayat ini dianiaya lebih dahulu sehingga meninggal dunia,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menegaskan bahwa pihak kepolisian kini fokus memburu para pelaku yang diduga merupakan bagian dari kelompok geng motor.

”Kasus ini masih dalam penyelidikan. Tim kami sedang bekerja untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” ujarnya.

Hingga kini, gabungan tim Polresta Denpasar dan Polda Bali masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik aksi kriminal tersebut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#saksi #geng motor #benoa #pelabuhan benoa #mangrove