SUKASADA, RadarBuleleng.id - Aksi pencurian yang menyasar tempat suci terjadi di Kabupaten Buleleng, Bali.
Sejumlah perangkat gamelan sakral yang tersimpan di Pura Pemaksan Dalem Kalanganyar, Dusun Pancoran, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, dilaporkan hilang digondol maling.
Peristiwa tersebut diketahui pada Kamis (30/4/2026) sore. Alhasil kejadian itu langsung menggegerkan krama setempat.
Kelian Pura Pemaksan Dalem Kalanganyar, Gede Indra, menuturkan kejadian itu pertama kali ia ketahui pada Kamis sore sekitar pukul 18.00 WITA.
Saat itu dirinya hendak pergi ke warung, namun setibanya kembali, ia melihat ada kejanggalan pada pintu area parahyangan.
Ia pun memutuskan masuk ke area pura, sembari melakukan persembahyangan di dalam pura.
“Begitu saya masuk, ternyata pintu rolling door tempat penyimpanan gong sudah terbuka setengahnya. Saya cek, bilah gamelan tidak ada. Ceng-ceng, gong, gangsa, sudah hilang,” ujarnya.
Peristiwa itu langsung ia sampaikan ke warga yang lain. Informasi serupa juga ia teruskan ke perbekel, bhabinkamtibmas, dan babinsa.
Indra menduga, gamelan tersebut hilang pada Rabu (29/4/2026) malam. Sebab pada Selasa (28/4/2026) malam, krama masih sempat menggunakan gamelan tersebut.
Ia menegaskan, gong yang hilang tersebut bukan sekadar perangkat gamelan biasa. Benda itu merupakan peninggalan leluhur yang telah disakralkan sejak lama dan memiliki nilai spiritual tinggi bagi krama pengempon.
“Dulu belum lengkap, istilahnya gong kembang kirang. Setelah dapat bantuan dari kabupaten, akhirnya ditambah lagi sehingga menjadi lengkap. Istilahnya sekarang barung gong gede,” ujarnya.
Indra menjelaskan, gong tersebut sangat disakralkan dan metaksu. Biasanya gong akan digunakan saat piodalan ketika rahina anggar kasih perangbakat.
Adapun perangkat gamelan yang dilaporkan hilang meliputi 39 bilah kuningan untuk gamelan gangsa serta 10 bilah kuningan untuk gamelan ceng-ceng. Pura tersebut diketahui disungsung oleh sekitar 250 kepala keluarga di Dusun Pancoran.
Menyusul kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung mendatang lokasi kejadian. Tim Inafis Polres Buleleng telah melakukan olah TKP pada Kamis malam.
Uniknya, tak lama setelah aparat kepolisian meninggalkan TKP, salah satu krama pengempon pura sempat kerauhan.
Awalnya, krama berencana memindahkan gamelan yang tersisa ke lokasi yang lebih aman.
“Tapi karena Beliau yang berstana di sini tedun, dan tidak berkenan gamelan dipindahkan, kami rencananya akan mekemit sementara waktu,” jelas Indra.
Sementara itu, Perbekel Panji Anom, I Nyoman Mustanda, menyebut krama pengempon berencana segera menggelar rembug untuk menyikapi kejadian tersebut.
Selain itu, mereka juga akan melaksanakan makemit sementara waktu sebagai bagian dari menjaga perangkat gamelan yang tersisa.
“Berkaca dari yang dialami hari ini, kami sudah beri masukan pada pengempon kedepannya kami berusaha mengikuti perkembangan teknologi seperti memasang CCTV. Jadi manakala terjadi hal yang tidak diinginkan bisa membantu aparat kepolisian,” jelasnya.
Kasus pencurian ini telah dilaporkan kepada aparat kepolisian dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Krama berharap pelaku segera ditangkap dan perangkat gamelan sakral tersebut dapat ditemukan kembali. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya