RadarBuleleng.id – Misteri kematian Paul Innes Dougan (PID), Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris, mulai menemukan titik terang.
Polresta Denpasar mengendus adanya dugaan tindak kekerasan secara bersama-sama (pengeroyokan) di sebuah kafe kawasan Legian, Badung, sebelum korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir usai menjalani perawatan medis,
Peristiwa pengeroyokan ini bermula di One Tribe One Life Lounge and Cafe pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Usai dianiaya, korban sempat kembali ke penginapannya di Gora Beach Inn. Namun, kondisinya memburuk hingga harus dilarikan ke RS Murni Teguh pada 8 Agustus, lalu dirujuk ke RS BIMC pada 9 Agustus.
Setelah 11 hari berjuang di ruang perawatan intensif, korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (20/8/2026) siang. Keluarga korban kemudian resmi melaporkan insiden ini ke Polsek Kuta.
Yang mengejutkan, hasil penyelidikan mengarah pada lima WNA asal Australia. Empat di antaranya—yakni Robert Gregory Gage, Paul Anthony Murphy, Jamie Robert Murphy, dan Thomas Ryan Zonneveld—tercatat telah melenggang keluar dari Bali hanya sehari setelah peristiwa pengeroyokan.
Data perlintasan keimigrasian mencatat keempatnya terbang dari Bandara Ngurah Rai pada Kamis (6/8/2026) malam menuju Avalon, Victoria, Australia.
Kapolresta Denpasar, Kombes Leonardo D. Simatupang, menegaskan pihaknya tengah memeriksa saksi-saksi, menganalisis rekaman CCTV, serta menelusuri peran para terduga pelaku.
”Dari pendalaman sementara, ditemukan dugaan kekerasan bersama-sama terhadap korban yang melibatkan beberapa WNA,” ujar Kombes Leonardo, Senin (24/8/2026).
Meski bukti pengeroyokan menguat, penyidik masih berhati-hati untuk memastikan apakah dugaan penganiayaan tersebut menjadi penyebab langsung kematian korban.
Polresta Denpasar kini menanti rekam medis resmi serta hasil pemeriksaan dokter forensik.
Mengingat para terduga pelaku telah menyeberang ke luar negeri, Polresta Denpasar menggandeng Ditreskrimum Polda Bali, Imigrasi Ngurah Rai, hingga Hubinter Polri untuk melakukan perburuan lintas negara.
Koordinasi intensif juga terus dibangun bersama pihak Kedutaan Besar Inggris terkait penanganan jenazah dan kejelasan proses hukum.
"Kami pastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan. Saat ini tim masih bekerja memastikan satu per satu fakta di balik kejadian tersebut," tegas Leonardo. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali