Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Orang Tua Perlu Tahu, Ini Beda Stunting dan Gizi Buruk

Jawapos Source control • Selasa, 6 Februari 2024 | 02:20 WIB

 

Ilustrasi stunting
Ilustrasi stunting

RadarBuleleng.id – Stunting dan gizi buruk sama-sama jadi masalah dalam pertumbuhan anak. Orang tua pun kerap kesulitan membedakan antara gizi buruk dan stunting.

Banyak orang tua yang menganggap keduanya hal yang sama. Padahal keduanya memiliki perbedaan.

Meski begitu, baik gizi buruk maupun stunting sama-sama harus dicegah sejak dini. Karena hal itu akan berdampak pada masa depan anak.

Stunting

Stunting biasanya diketahui lewat pertumbuhan anak yang melambat. Sehingga tubuhnya menjadi lebih pendek bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Stunting pada anak diukur dari perbandingan tinggi badan dengan usia anak tersebut.

Stunting sebenarnya dapat dideteksi sejak dini, apabila ibu hamil rutin datang ke Posyandu, bidan, bahkan ke dokter spesialis.

Ibu hamil idealnya rutin mengonsumsi zat gizi yang penting untuk pertumbuhan janin.

Sebut saja asam folat yang mencegah bayi lahir dalam kondisi disabilitas. Kemudian kalsium yang sangat baik dalam perkembangan tulang, jantung, saraf, hingga otot janin.

Ibu hamil juga harus rutin melakukan aktivitas fisik yang aman, istirahat cukup, menjaga kebersihan diri, dan memeriksakan kondisi kehamilan secara teratur.

Gizi Buruk

Beda lagi dengan gizi buruk. Gizi buruk dipicu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang relatif singkat.

Gizi buruk ditandai dengan kondisi kulit anak yang kering, lemak di bawah kulit berkurang, serta kondisi otot yang mengecil.

Selain itu anak yang mengalami kurang gizi maupun gizi buruk dapat dikenali dengan kondisi perut yang buncit, sementara badannya kurus.

Gizi buruk juga mengakibatkan pertumbuhan anak cenderung berhenti sebelum waktunya. (*)

Editor : Eka Prasetya
#gizi buruk #orang tua #stunting #anak