SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Fasilitas cath lab di RSUD Buleleng akhirnya mengantongi izin operasional.
Izin terakhir yang terbit adalah izin yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) RI.
Direksi RSUD Buleleng harus menanti selama 2 bulan hingga izin tersebut terbit sepekan lalu.
Meski sudah bisa beroperasi, hingga kini RSUD Buleleng belum menerima pasien operasi jantung.
Alasannya RSUD Buleleng masih mengurus kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Kalau pasien umum sih bisa saja langsung masuk. Tapi kalau pasien BPJS belum bisa kami layani. Masih menunggu MoU dengan BPJS Kesehatan,” kata Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD., Minggu (3/3/2024).
Menurutnya cath lab akan menyediakan layanan kateterisasi jantung. Bagi pasien umum, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 20 juta.
“Kalau bisa pakai BPJS Kesehatan kan lebih terjangkau. Sementara ini pasien BPJS masih tetap ke RS Prof Ngoerah di Sanglah,” imbuhnya.
Menurut Arya, pihaknya telah mengajukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan sejak beberapa waktu lalu.
Hanya saja persetujuan kerjasama masih memerlukan waktu. Sebab masih dibahas oleh BPJS Kesehatan pusat.
“Harapan kami sih bisa segera. Karena pasien dengan keluhan dan memerlukan tindakan kateterisasi jantung ini trendnya cukup tinggi dan masuk daftar antri,” imbuhnya.
Asal tahu saja, gedung cath lab di RSUD Buleleng sudah siap sejak Desember 2023 lalu.
Penyiapan fasilitas pelayanan jantung terpadu itu dibiayai Kementerian Kesehatan lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 16 miliar.
Kini RSUD Buleleng telah memiliki dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta dokter spesialis bedah neurologi untuk mendukung operasional fasilitas tersebut. (*)
Editor : Eka Prasetya