Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ruwet! Pasien BPJS Wajib Sidik Jari, Antrian di Rumah Sakit Jadi Krodit

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 25 April 2024 | 01:29 WIB

 

WAJIB SIDIK JARI: Penumpukan pasien di RS Prof Ngoerah Sanglah, karena seluruh pasien wajib mendaftar menggunakan sidik jari.
WAJIB SIDIK JARI: Penumpukan pasien di RS Prof Ngoerah Sanglah, karena seluruh pasien wajib mendaftar menggunakan sidik jari.

RadarBuleleng.id - Antrean pasien di rumah sakit kini sedang krodit-kroditnya. Penyebabnya ada peralihan sistem.

Peralihan sistem itu hanya terjadi pada pasien yang menggunakan BPJS.

Penyebabnya, para pasien itu harus menggunakan sidik jari. Dampaknya mereka harus mengantri pada anjungan pendaftaran sehingga membuat rumah sakit semakin krodit.

Hal itu terlihat di RS Prof Ngoerah Sanglah. Pasien menumpuk di pintu masuk menuju poliklinik.

Seluruh pasien wajib melakukan sidik jari. Baik itu yang duduk di kursi roda, pasien yang terbaring di atas brankar, maupun pasien jiwa.

Direktur Layanan Operasional RS Prof. Ngoerah Sanglah, I Gusti Ngurah Ketut Suka Darma mengatakan, peristiwa krodit itu terjadi saat libur lebaran.

Saat itu penumpukan pasien terjadi karena sistem yang terkoneksi dengan BPJS mengalami gangguan.

Dampaknya pasien harus menunggu lama untuk penerbitan SEP (surat eligibilitas pasien)  menyebabkan antrian dan penumpukan pasien.  

"Untuk penerbitan ini butuh tanda tangan BPJS melalui sidik jari pasien. Jadi pasien BPJS itu yang datang wajib menggunakan sidik jari untuk memastikan bahwa peserta yang itu memang benar yang bersangkutan," ungkap Suka Darma. 

Ia mengaku rumah sakit tengah berusaha menangani permasalahan tersebut supaya tidak ada antrian pasien.  

Untuk mengurai masalah tersebut, RS Prof Ngoerah berencana duduk bersama dengan BPJS Kesehatan untuk mencari solusi terbaik.

Saat ini ia hanya bisa menganjurkan agar masyarakat mendaftar secara online untuk mengurangi kerumunan. 

"Pendaftaran online berharap datang sesuai dengan jamnya. Jangan  khawatir mereka tidak mendapatkan layanan," katanya. 

Asal tahu saja, dalam sehari ada 7.000 hingga 8.000 orang yang datang ke RS Prof. Ngoerah sanglah.

Jumlah itu sudah termasuk pasien, tenaga kesehatan, karyawan  serta mahasiswa yang belajar.  

Khusus pasien poliklinik  rata-rata 1.500 hingga 1.700 orang per hari. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kesehatan #bpjs #Sanglah #pasien #Krodit #RS Prof Ngoerah