SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng kini memiliki fasilitas bank darah.
Hal itu menjadikan RSUD Buleleng menjadi rumah sakit pertama dengan standar tipe B yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan tersebut.
Dengan keberadaan bank darah, maka pelayanan kepada pasien dengan status gawat darurat bisa dilakukan lebih cepat.
Fasilitas itu merupakan bantuan dari Rotary Club (RC) Koshigaya North District 2770 dan RC Bali Taman District 3420.
Rotary Club sendiri memberikan bantuan tersebut setelah mengetahui RSUD Buleleng tengah kekurangan peralatan medis.
Hal itu kemudian mendorong mereka memberikan dukungan berupa fasilitas bank darah ke RSUD Buleleng.
Harapannya, dengan fasilitas tersebut maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih optimal lagi.
“Kami mendengar ada kekurangan blood bank equipment, juga mendengar banyak ada darah yang tersimpan kurang bagus. Oleh karena itu kami mensupport,” kata Yasuhiro Ohama, Presiden RC Koshigaya North District 2770.
Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng, Putu Arya Nugraha menjelaskan, bank darah akan mempermudah dan mempercepat proses pelayanan kebutuhan darah, baik untuk rumah sakit dan pasien.
Dampaknya pelayanan medis bisa dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisiens.
Contohnya, dulu pasien harus pergi ke PMI Buleleng untuk memohon darah. Bahkan dalam kondisi tertentu, pasien harus ke PMI Bali di Denpasar.
“Hal seperti ini tentu memakan waktu dan biaya bagi keluarga pasien,” ujarnya.
Contoh lainnya, keluarga pasien mengajukan darah sebanyak enam kantong, tetapi yang digunakan hanya tiga kantong. Warga tetap membayar biaya penggunaan sebanyak enam kantong.
Dengan adanya bank darah, penggunaan darah bisa diatur kebutuhannya. “Jadi bisa lebih efisien,” ujarnya.
Fasilitas bank darah itu disediakan di Gedung RSUD Buleleng. Sehingga lebih efisien dan lebih cepat, terutama untuk kasus-kasus gawat darurat.
“Tapi saat ini baru bisa memenuhi kebutuhan darah di RSUD Buleleng saja,” katanya.
Nantinya bila ada pasien yang memerlukan darah, akan dilakukan uji silang sampel darah pasien dan sampel darah yang ada di bank darah.
Ini untuk memastikan kecocokan darahnya. Jika cocok, darah akan diberikan. Bila tidak cocok, akan dicari darah lainnya yang sesuai.
Dengan pola tersebut, pihaknya bisa memberikan pelayanan terhadap 24 orang pasien yang membutuhkan transfusi darah. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya