RadarBuleleng.id - Pihak Rektorat Universitas Udayana (Unud) berjanji segera mencairkan tunjangan jasa pelayanan (jaspel) bagi tenaga medis di Rumah Sakit Unud.
Tunjangan jaspel itu tidak cair dalam 1,5 tahun belakangan. Sehingga mengakibatkan tenaga medis setempat pakrimik.
Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani mengatakan, pihaknya sedang melakukan restrukturisasi terhadap pembayaran remunerasi jasa pelayanan sesuai arahan Direktorat PPKBLU (Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum).
Menurutnya RS Unud saat ini masih berada di bawah Badan Layanan Umum (BLU) Unud. Dari sisi operasional, RS masih disubsidi oleh Universitas Udayana.
"Pimpinan Universitas Udayana berkomitmen akan melakukan pembayaran remunerasi tersebut secara bertahap, dengan memperhatikan aturan-aturan terkait remunerasi tersebut," katanya.
Menurutnya pendapatan dari RS Unud belum mampu memenuhi operasional rumah sakit secara mandiri. Meliputi operasional rutin, perawatan gedung, dan gaji.
Saat ini manajemen rumah sakit melakukan skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan operasional rumah sakit.
Lebih lanjut Dewi mengungkapkan, RS Unud memang sempat menerima pendapatan sebesar Rp 250 miliar.
Dana tersebut telah digunakan untuk pembayaran jasa pelayanan tahun 2020 dan 2021, pengadaan obat, alat, dan operasional lainnya.
"Bahwa Instalasi Humas dan Pemasaran RS Unud yang dibentuk tiga tahun yang lalu tidak memiliki kuasa pengelolaan keuangan, serta tidak memiliki anggaran di POK RS Unud," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tenaga medis di RS Unud pakrimik. Mereka resah karena uang jaspel tidak dicairkan selama 1,5 tahun belakangan.
Para pegawai pun melapor ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya