RadarBuleleng.id - Kasus demam berdarah di Bali sudah sampai pada taraf yang mengkhawatirkan. Sebab jumlah kasus terus bertambah.
Di Denpasar saja, dalam kurun waktu Januari hingga Juni ada 1.056 kasus yang tercatat.
Pada bulan Januari tercatat ada 34 kasus demam berdarah, kemudian pada Februari ada 42 kasus. Selanjutnya pada bulan Maret mencapai 122 kasus.
Baca Juga: Cegah Demam Berdarah Dengue, Dinkes Buleleng Fogging ULV
Kasus terus meningkat pada bulan April dengan 288 kasus. Kemudian mencapai puncaknya pada bulan Mei dengan 376 kasus, dan pada bulan Juni mulai landai dengan 194 kasus.
Selain jumlah kasus yang telah mencapai seribu kasus, tercatat ada tujuh orang yang meninggal dunia.
"Kalau dilihat dari perbandingan tahun lalu, sebenarnya terjadi penurunan kalau dibandingkan dengan kondisi tahun lalu,” kata Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.
Menurutnya pemerintah telah menggencarkan upaya penanggulangan demam berdarah. Mulai dari fogging hingga pemberantasan sarang nyamuk.
Rupanya upaya itu belum banyak menekan kasus demam berdarah. Sehingga pemerintah mengkaji opsi lain.
Baca Juga: Cegah Demam Berdarah, Tinggal Manfaatakan Kulit Buah Mangga
Salah satu opsi yang dijajaki adalah memberikan suntikan vaksin demam berdarah dengue kepada warga.
"Kami akan berhitung bagaimana dampak atau efek pengadaan vaksin DBD ini. Karena kalau kami hitung itu sasarannya harus dikaji benar," sambungnya.
Apabila program itu direalisasikan, penerima vaksin akan diprioritaskan untuk anak-anak sekolah atau orang tua.
"Kalau kami semua kenakan dan wajibkan, sepertinya akan jebol APBD kami untuk membiayai vaksin ini. Oleh karena itu, masih dihitung oleh Dinas Kesehatan," kata Arya Wibawa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya