SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Penyebaran penyakit HIV harus dicegah. Penyakit itu dapat berujung pada kematian bila tidak ditangani dengan serius.
Mengacu data dari Dinas Kesehatan Buleleng, kasus HIV di Kabupaten Buleleng sepanjang tahun 2023 lalu cukup signifikan.
Total ada 259 orang yang terjangkit penyakit tersebut. Sebanyak 158 orang diantaranya adalah laki-laki, dan 101 orang lainnya adalah perempuan.
Angka itu lebih banyak bila dibandingkan dengan data pada tahun 2022 lalu. Saat itu hanya ada 221 orang yang terjangkit HIV.
Konselor HIV di Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI), Made Wibawa mengungkapkan, semua pihak harus bergerak mencegah penyakit tersebut.
Pria yang akrab disapa Ricko itu mengungkapkan, kasus HIV cukup banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Baca Juga: Waduh, Kasus HIV di Kalangan Remaja Semakin Banyak
Saat terjangkit HIV, masyarakat yang masuk usia produktif terancam mengalami penurunan kualitas hidup. Seperti mengalami penyakit menahun, sehingga tidak bisa bekerja dengan produktif.
Biasanya, gejala yang muncul seperti demam terus menerus, diikuti dengan batuk yang tak kunjung sembuh, serta penurunan berat badan secara signifikan.
“Itu hanya gejala umum. Untuk tahu pasti, harus lewat pemeriksaan darah,” kata Ricko.
Ia menyebut penyakit HIV tidak dapat disembuhkan. Masyarakat akan membawa virus tersebut seumur hidupnya.
Hal yang dapat dilakukan adalah memberikan terapi pengobatan secara rutin. Dengan pengobatan dan konsumsi obat secara rutin, maka masyarakat yang terjangkit HIV tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari.
Guna mencegah meningkatnya kasus HIV, Ricko mengajak seluruh lapisan masyarakat melakukan upaya-upaya pencegahan.
Ricko menyebut pihaknya sudah berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pelajar untuk mencegah penyebaran HIV.
“Kami harap seluruh masyarakat bisa menjauhi gaya hidup dan perilaku beresiko. Seperti melakukan seks bebas dan menggunakan narkoba,” ujarnya.
Asal tahu saja, kasus HIV di Buleleng didominasi oleh kelompok usia produktif antara 25-49 tahun dengan 142 kasus.
Selain itu di kalangan remaja usia 15-24 tercatat ada 44 kasus HIV positif.
Sementara di kalangan lansia di atas usia 50 tahun, ditemukan 25 kasus positif.
Pemerintah juga mencatat ada kasus HIV di kalangan anak usia 5-14 tahun sebanyak 7 kasus, serta ada 3 kasus pada kelompok usia balita. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya