RadarBuleleng.id - Menjadi orang tua adalah salah satu momen yang paling membahagiakan dalam hidup.
Namun bagi beberapa ibu, pengalaman ini juga bisa disertai dengan tantangan emosional yang cukup berat.
Salah satu kondisi yang sering dialami pasca melahirkan adalah Baby Blues Syndrome, atau sindrom baby blues.
Buktinya pada Minggu (25/8/2024), seorang ibu di Jembrana, Bali, melakukan ulah pati dengan cara membakar diri sendiri.
Diduga dia mengalami baby blues syndrome setelah melahirkan anak ketiga. Saat ini anak bungsunya baru berusia dua bulan.
Apa sebenarnya baby blues syndrome? Baby Blues Syndrome adalah kondisi emosional yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan.
Sindrom ini biasanya ditandai dengan perubahan suasana hati, kecemasan, dan perasaan cemas yang muncul dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan.
Baby blues berbeda dari depresi pasca melahirkan yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis khusus.
Gejala baby blues biasanya mulai muncul sekitar hari ketiga atau keempat setelah melahirkan. Gejala ini dapat berlangsung selama hingga dua minggu.
Beberapa gejala yang umum dari sindrome ini yakni Kesedihan dan mudah tersentuh, Kecemasan dan perasaan tidak berdaya, Sulit tidur meskipun merasa lelah, Gangguan nafsu makan, Perasaan kewalahan dalam menghadapi tanggung jawab sebagai ibu baru
Untuk mengatasi baby blues syndrome diperlukan sejumlah upaya. Berikut cara mengatasi baby blues syndrome pada ibu yang baru melahirkan:
Dukungan Sosial
Memiliki sistem dukungan yang kuat sangat penting. Berbicara dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat dapat membantu ibu merasa lebih nyaman dan kurang tertekan.
Kadang-kadang, hanya berbagi perasaan dan pengalaman dengan orang lain bisa memberikan kelegaan.
Istirahat yang Cukup
Tidur yang cukup sangat penting untuk pemulihan emosional. Meskipun sulit dengan bayi yang baru lahir, cobalah untuk tidur saat bayi tidur dan jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang terdekat agar bisa mendapatkan waktu istirahat.
Jaga Pola Makan Sehat
Nutrisi yang baik dapat mempengaruhi suasana hati. Makanan bergizi membantu tubuh dan pikiran tetap sehat.
Hindari konsumsi kafein berlebihan dan makanan tinggi gula yang dapat mempengaruhi suasana hati.
Lakukan Aktivitas yang Menyenangkan
Cobalah untuk melibatkan diri dalam aktivitas yang Anda nikmati dan yang bisa membuat Anda merasa baik, seperti berjalan-jalan ringan atau membaca buku favorit.
Konsultasi dengan Profesional
Jika gejala tidak membaik atau semakin parah, penting untuk berkonsultasi dengan psikolog, dokter kandungan, maupun psikiater.
Mereka dapat memberikan dukungan tambahan dan membantu mengidentifikasi apakah perlu perawatan lebih lanjut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya