Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waspada! Setahun Empat Orang Tewas Akibat Rabies di Bali

Eka Prasetya • Rabu, 28 Agustus 2024 | 21:29 WIB
Ilustrasi anjing rabies di kabupaten Buleleng Bali.
Ilustrasi anjing rabies di kabupaten Buleleng Bali.

RadarBuleleng.id – Kasus rabies di Bali masih mengkhawatirkan. Korban tewas akibat rabies masih terus berjatuhan.

Sepanjang tahun 2024, ada puluhan ribu kasus gigitan yang disebabkan oleh Hewan Penular Rabies (HPR). Baik itu anjing, kucing, maupun monyet atau kera.

Dari puluhan ribu kasus itu, ada ratusan kasus positif. Selain itu ada beberapa warga yang jadi korban jiwa.

Hal itu terungkap saat rapat Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis Penyakit Infeksi Baru (PIB) Bali, di BPBD Bali, Selasa (27/8/2024) pagi.

Baca Juga: Waspada! Kasus Rabies Muncul di Bali: 3 Lansia Jadi Korban Gigitan

Dalam rapat itu terungkap hingga Agustus 2024 tercatat ada 34.809 kasus gigitan HPR. Dari puluhan ribu kasus itu, 263 kasus gigitan dinyatakan positif rabies.

Warga yang digigit itu berhasil selamat karena segera mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) maupun Serum Anti Rabies (SAR). 

Namun ada 4 orang yang meninggal dunia. Penyebabnya mereka tidak mendapatkan vaksin maupun  serum setelah mengalami gigitan.

Adapun masyarakat yang menjadi korban itu berasal dari Kabupaten Tabanan sebanyak 2 orang, dan Kabupaten Karangasem sebanyak 2 orang.

Baca Juga: Lansia di Dencarik Digigit Anjing Rabies, Vaksinasi Anjing Digencarkan

Sekretaris Tim PIB Bali, Made Rentin mengatakan, permasalahan dan tantangan pengendalian rabies di Bali cukup kompleks.

Penyebabnya masyarakat terbiasa memelihara anjing. Namun masyarakat dan pemangku kepentingan belum memahami bahaya Rabies. 

“Sebaran kasus rabies pada hewan juga semakin merata,” ungkapnya. 

Kasus gigitan anjing bukan hanya terjadi pada anjing maupun kucing. Namun juga ditemukan pada kera. Khususnya di kawasan wisata.

Oleh karena itu, peran masyarakat sangat diperlukan untuk mengendalikan rabies. Selain itu optimalisasi regulasi berupa Perda penanggulangan rabie juga harus dilakukan.

“Tantangan pengendalian rabies pada tahun-tahun mendatang akan semakin berat karena ketersediaan vaksin dan biaya operasional pengendalian di hulu makin besar," tegas pria yang juga Kepala Pelaksana BPBD Bali itu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Vaksin Anti Rabies #rabies #penyakit #var