Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Perkembangan  Teknologi di Bidang Kedokteran Makin Maju. Dokter di Bali Bisa Operasi Pakai Robot

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 6 September 2024 | 22:27 WIB

 

CANGGIH: RS Sanglah- Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, SpU (K), PhD (tengah) didampingi Dirut RS. Ngoerah  dr. I Wayan Sudana, MKes. (kiri) di RS Ngoerah Denpasar.
CANGGIH: RS Sanglah- Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, SpU (K), PhD (tengah) didampingi Dirut RS. Ngoerah dr. I Wayan Sudana, MKes. (kiri) di RS Ngoerah Denpasar.

RadarBuleleng.id - Perkembangan teknologi di bidang kedokteran semakin maju saja. Buktinya dokter di Bali sudah bisa melakukan operasi menggunakan robot.

Operasi itu tidak memerlukan kehadiran dokter secara faktual di rumah sakit. Bahkan bisa dilakukan saat dokter berada dalam jarak ratusan kilometer dari rumah sakit.

Teknologi itu dikenalkan di RS Prof. Ngoerah, Sanglah, Bali. Teknologi itu disebut telerobotik surgery.

Telerobotik adalah metode bedah jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi robotik dan jaringan nirkabel. Sehingga dokter bedah bisa melakukan tindakan operasi terhadap pasien dari jarak jauh dan dilakukan secara real-time. 

Hanya saja pengembangan teknologi ini memerlukan biaya investasi yang cukup besar.

Tim dokter di RS Prof. Ngoerah Sanglah sendiri sudah tiga kali menjalankan operasi dengan telerobotic, yakni untuk operasi tumor prostat dan kista ginjal. 

Teknologi operasi telerobotik ini bisa digunakan untuk lebih banyak jenis pembedahan. Seperti bedah digestif, bedah toraks dan kardiovaskular, kandungan, dan operasi lainnya.

Untuk pengembangan teknologi itu, RS Prof. Ngoerah telah bekerjasama dengan RS Cipto Mangunkusumo yang notabene paling terdepan dalam pengembangan teknologi di bidang kesehatan.

Direktur Utama RS Prof Ngoerah, dr Wayan Sudana mengatakan, layanan operasi telerobotik itu akan semakin memudahkan pelayanan pada pasien.

Ilustrasinya, RS Prof. Ngoerah bisa bekerjasama dengan dokter di RS Cipto Mangunkusumo dalam melakukan operasi. 

Dokter di RSCM tidak perlu datang langsung ke Bali. Melainkan bisa melakukan operasi langsung dari RSCM menggunakan teknologi telerobotik.

Hal itu akan menekan biaya yang timbul. Sekaligus memudahkan pasien dan keluarga pasien mengakses layanan medis.

”SDM kami sudah siap segi peralatan Kemenkes rencanakan empat, satu di RSCM, satu RS Sadikin,RS Ngoerah, RS Purwokerto. Mohon doakan semoga lancar,” kata Sudana.

Hanya saja pengembangan itu memerlukan infrastruktur yang mendukung. Yakni dukungan koneksi internet minimal 5G.

Ditambah lagi biaya investasi yang harus dikeluarkan. Pembelian alat telerobotik diperkirakan menelan dana hingga USD 5,3 juta atau sekitar Rp 53 miliar lebih.

Asal tahu saja, dokter di RS Prof Ngoerah telah melakukan operasi jarak jauh terhadap pasien di RSCM.

Operasi yang berlangsung selama kurang lebih 5 (lima) jam dilakukan secara robotik yang memiliki keunggulan lebih presisi dengan luka sayatan kecil. Sehingga mengurangi potensi kehilangan darah, serta proses pemulihan yang lebih cepat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kesehatan #teknologi #kedokteran #robot #dokter