Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dosen STIKes Buleleng dan STIkes Bina Usada Bali Kolaborasi Tuntaskan Stunting di Sembiran

Juliadi Radar Bali • Kamis, 19 September 2024 | 22:10 WIB

 

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: Kolaborasi dosen dan mahasiswa di STIKES Buleleng serta STIKES Bina Usada Bali dalam mengentaskan stunting di Desa Sembiran.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: Kolaborasi dosen dan mahasiswa di STIKES Buleleng serta STIKES Bina Usada Bali dalam mengentaskan stunting di Desa Sembiran.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sejumlah bidan dan dosen dari STIkes Buleleng dan STIkes Bina Usada Bali, bersama para mahasiswa menggelar program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng.

Dalam kegiatan pengabdian tersebut, mereka berupaya mengentaskan angka stunting di Buleleng, khususnya lagi di Desa Sembiran.

Kegiatan PKM itu dipimpin Ketut Eka Larasati Wardana dengan timnya yang berasal dari STIKES Buleleng dan STIKES Bina Usada. Mereka adalah Kadek Agustina Puspa Ningrum dan Ni Made Dwi Ayu Martini. Kegiatan itu dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Ketua Kegiatan PKM, Ketut Eka Larasati Wardana mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatan kualitas hidup keluarga dan masyarakat. 

"Dengan program implementasi terapi komplementer yang terintegrasi dengan upaya kesehatan masyarakat lainnya dengan sasaran langsung adalah keluarga, ibu hamil, nifas dan menyusui, bayi dan anak balita, kader posyandu serta masyarakat desa," ungkapnya.

Sebelum melakukan kegiatan, timnya telah melakukan observasi pada 4 Juli hingga 14 September 2024. 

Dalam observasi terdapat beberapa masalah di desa tersebut. Yakni pemeliharaan kesehatan masyarakat yang kurang efektif, perilaku kesehatan pada wanita usia subur (WUS), dan anak balita cenderung berisiko serta Keterbatasan informasi masyarakat terkait dengan pengobatan non farmakologis.

Pihaknya berusaha memecahkan masalah itu. Caranya, meningkatkan SDM untuk mengimplementasikan terapi komplementer. 

Hal yang paling penting adalah peningkatan kualitas hidup keluarga dan masyarakat dengan program pelatihan komplementer yang terintegrasi yang menyasar ibu hamil, nifas dan menyusui, bayi dan anak balita, kader posyandu, serta masyarakat.

Dalam kegiatan itu pihaknya juga melatih kader posyandu meracik obat tradisional, teknik pijat pada ibu menyusui, pijat bayi, dan prenatal gentle yoga. 

“Kami ingin meningkatkan derajat kesehatan perempuan serta generasi anti stunting dengan mengimplementasikan terapi komplementer yang terintegrasi dengan upaya kesehatan masyarakat lainnya di Desa Sembiran,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tejakula #STIKES Buleleng #dosen #STIKES BINA USADA #stunting #sembiran