BANJAR, RadarBuleleng.id – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kembali melaksanakan inisiatif untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui program “Yuwana Emas” di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan pada Juli 2023 lalu.
Tahun lalu, Unair bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana (SPS) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) meluncurkan program "Edukasi Gizi dan Kesehatan Mulut bagi Wanita Usia Produktif" sebagai upaya memutus mata rantai stunting.
Fokus program tersebut adalah memberikan edukasi pentingnya gizi dan kesehatan mulut yang baik untuk mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dan risiko stunting.
Tahun ini, Unair kembali memperkuat komitmennya dengan memperkenalkan program "Yuwana Emas".
Program tersebut fokus dalam memberikan pelatihan terhadap kader kesehatan remaja dan wanita usia reproduktif.
Program ini berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama berupa Training of Trainer yang digelar pada 23-25 Mei 2024.
Pelatihan dipimpin oleh Dr. Ni Luh Ayu Megasari dari Program Studi S2 Imunologi SPS Unair, drg. I Komang Evan Wijaksana dari Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Unair, serta Lia Cahya Sari dan Wilda Aulia Fitriani yang merupakan mahasiswa SPS Unair.
Peserta pelatihan dibekali pengetahuan tentang nutrisi, kesehatan gigi, dan pencegahan penyakit infeksi, khususnya untuk wanita usia reproduktif.
Mereka juga dilatih untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, termasuk pengukuran antropometri sederhana.
Pada tahap kedua, yang diadakan pada 31 Agustus 2024, kader kesehatan yang telah dilatih melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat Desa Kaliasem, terutama kepada remaja dan wanita usia reproduktif.
Mereka juga melaksanakan pemeriksaan dasar seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, serta pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, hematokrit, dan gula darah menggunakan metode finger prick.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat lokal. Mangku Made Suarnaya, tokoh agama setempat, menyampaikan harapannya agar materi yang diberikan bisa diterapkan dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Kaliasem.
Sementara itu, Wayan Wardana yang juga pengempon di Pura Dadia Tutuan Desa Kaliasem, juga mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
Tak hanya fokus pada wanita usia reproduktif, program ini juga melibatkan masyarakat luas, dengan harapan untuk memperluas dampak positif dan mendapat dukungan dalam meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat setempat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya