Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Utang Warga Miskin di RSUD Buleleng Menggunung, DPRD Buleleng Usul Pemutihan

Eka Prasetya • Jumat, 8 November 2024 | 22:12 WIB

 

RUMAH SAKIT DAERAH: Gedung RSUD Buleleng di Jalan Ngurah Rai, Singaraja.
RUMAH SAKIT DAERAH: Gedung RSUD Buleleng di Jalan Ngurah Rai, Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - DPRD Buleleng mengusulkan pemutihan utang warga miskin yang menumpuk di RSUD Buleleng.

Utang-utang itu berasal dari biaya perawatan yang semestinya dibayar masyarakat. Angka semakin meningkat sejak 2015 hingga tahun ini.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja antara Komisi IV DPRD Buleleng dengan RSUD Buleleng. Dalam rapat itu ikut hadir Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya.

Baca Juga: Lapor Pak! RSUD Buleleng Resmikan Unit Pelayanan Otak dan Jantung

Saat melakukan paparan, Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. mengungkap ada tunggakan pembayaran perawatan dari masyarakat. Nilainya mencapai Rp 10 miliar.

Angka itu selama ini menjadi pendapatan semu rumah sakit. Karena nilainya cukup besar, hal itu dikhawatirkan berpengaruh terhadap operasional rumah sakit.

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan, hal itu harus segera diselesaikan. “Kalau dibiarkan, ini akan membebani RSUD Buleleng,” katanya.

Pria asal Desa Gerokgak itu menyatakan, anggaran kesehatan harus paripurna. Sehingga utang masyarakat di RSUD Buleleng idealnya sudah dihapuskan.

“Kami harap sekitar 30 persen itu bisa diselesaikan oleh pemerintah. Karena nanti dampaknya akan sistemik,” tegasnya.

Baca Juga: Ratusan Karyawan RSUD Buleleng Terancam Tidak Bisa Diangkat Jadi ASN. Direksi Pastikan Tidak Ada Pemutusan Tenaga Kontrak

Terpisah, Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan penagihan kepada masyarakat.

Setelah mendatangi warga tersebut, mereka masuk kategori masyarakat miskin. Sehingga tidak mungkin membayar tunggakan biaya perawatan.

“Itu dari masyarakat miskin. Mereka kan tidak mampu bayar, dan mereka juga nggak akan membayar. Karena kondisinya memang tidak ada biaya,” jelas Arya.

Pihaknya mengusulkan agar pemerintah daerah menyelesaikan masalah itu dengan skema tertentu. Misalnya dengan memberikan suntikan dana kepada RSUD untuk pembelian alat-alat kesehatan maupun perbaikan gedung.

Arya optimistis pola tersebut tidak akan mengganggu operasional dan kas rumah sakit. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #utang #buleleng #rsud buleleng