Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ikut Sukseskan Pilkada, Dinkes Buleleng Siagakan Tenaga Medis Pantau Kesehatan KPPS

Francelino Junior • Kamis, 28 November 2024 | 17:50 WIB

 

CEK KESEHATAN: Seorang anggota Panitia Pemungutan  Suara (PPS) mengecek kesehatan.
CEK KESEHATAN: Seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) mengecek kesehatan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di membuat penyelenggara pemilih sibuk.

Penyelenggara di tingkat Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) maupun Panitia Pemungutan Suara (PPS) harus bekerja sejak Rabu (27/11/2024) pagi buta, hingga malam hari.

KPPS dan PPS sudah harus siaga pada pukul 05.00 pagi untuk mengangkut logistik dari kantor desa ke TPS.

Selanjutnya pukul 05.30 mereka harus siaga mengecek logistik. Mereka juga harus melakukan pemungutan  dan penghitungan suara.

Belum lagi proses rekapitulasi pada siang hari, serta mengembalikan kotak suara dari TPS menuju kantor desa. Kemudian dari kantor desa menuju kantor camat.

Proses yang panjang itu dikhawatirkan berdampak pada kesehatan para penyelenggara maupun pengawas pemilihan.

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng menyiagakan seluruh tenaga medis.

Mereka bukan hanya siaga pada saat hari pemilihan, namun juga bersiaga hingga Kamis (28/11/2024) hari ini. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin kesehatan penyelenggara Pilkada Serentak 2024. 

Plt. Kepala Dinkes Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD., menyebutkan, petugas medis disiagakan selama 24 jam untuk mengatasi penyelenggara Pilkada Bali dan Buleleng di tingkat kecamatan, desa/kelurahan yang sakit.

Sebanyak 20 puskesmas yang tersebar di sembilan kecamatan, disiagakan untuk membantu kelancaran proses pungut hitung suara, dari sisi kesehatan. Mereka juga dibagi dalam dua shift.

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan  (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Pelaksana Pemungutan Suara (KPPS), Pengawas Kecamatan, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), maupun Pengawas TPS disesuaikan dengan kondisi mereka masing-masing.

Bila sudah mengalami gangguan kesehatan, maka para penyelenggara pemilu itu diminta secepat mungkin memeriksakan diri. 

”Tenaga kesehatan kami stand by-kan dari Rabu (27/11) pagi, dari sebelum hingga selesai pemungutan dan penghitungan suara. Jadi pemerintah hadir untuk menjamin seluruh pelaksanaan pilkada serentak berjalan lancar,” ujar dr. Arya.

Dinkes Buleleng mengaku belum menerima laporan pelayanan kesehatan yang kritis, berkaitan dengan penyelenggara pemilihan.

”Kesepakatannya, kalau gejala ringan dan sedang bisa diantarkan ke Puskesmas. Kalau memang gejala dan kondisi tidak memungkinkan, tenaga kesehatan yang ke TPS. Sifatnya on call,” demikian Arya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kesehatan #dinkes #pilkada #pps #pengawas #kpps #buleleng