SINGARAJA, RadarBuleleng.id - RSUD Buleleng kini membuat ruang perawatan untuk pasien kesehatan jiwa. Ruang itu diharapkan bisa memfasilitasi perawatan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Selama ini RSUD Buleleng hanya memiliki seorang psikiater. Namun tidak memiliki ruang pelayanan rawat inap bagi pasien gangguan jiwa.
Tahun ini, RSUD memutuskan menyulap bekas gedung laundry menjadi ruang perawatan. Ruangan ini dekat dengan ruang lely.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengatakan, pihaknya memutuskan menyediakan layanan tersebut untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan di Buleleng.
“Selama ini pasien jiwa yang perlu rawat inap, terutama yang keadaan gelisah itu, selalu kami rujuk ke Bangli,” kata Arya saat ditemui pada Kamis (12/12/2024).
Saat tim medis merekomendasikan merujuk ke RS Jiwa Bangli, keluarga pasien kerap kali menolak. Mulai dari alasan jarak, pendampingan keluarga, hingga biaya.
“Akhirnya kan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat menurun,” katanya.
Selama ini, bila keluarga pasien ngotot merawat keluarganya di Buleleng, manajemen RSUD terpaksa menitipkan pasien di Ruang Flamboyan.
Masalahnya, sejumlah pasien kerap mengamuk. Bahkan merusak properti rumah sakit. Dampaknya pasien lain pun merasa resah.
Dengan menyediakan ruang rawat inap bagi pasien gangguan jiwa, ia optimistis bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sekaligus memberikan kenyamanan bagi semua pihak. Baik itu pasien maupun masyarakat.
Lebih lanjut Arya menjelaskan, ruang rawat inap bagi pasien jiwa itu terdiri atas 4 tempat tidur untuk pasien biasa, dan 1 tempat tidur untuk ruang isolasi.
Ruang isolasi hanya diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi gangguan jiwa berat.
“Karena kadang ada yang dalam kondisi berat, memang perlu isolasi. Karena kalau lama penanganan, menunggu di IGD, akhirnya bisa memicu ribut lagi,” imbuhnya.
Untuk mengoptimalkan perawatan, saat ini RSUD Buleleng telah memiliki 2 orang psikolog klinis dan seorang psikiater. Selain itu ada seorang dokter yang tengah menempuh pendidikan dokter spesialis untuk kesehatan jiwa.
Nantinya di ruang rawat inap pasien jiwa juga akan disiagakan dokter saraf atau neurologi.
“Karena kadang beberapa kasus itu overlapping. Ada masalah gangguan jiwa, gangguan psikis, dan penyakit sistem saraf. Makanya kami sudah bentuk tim untuk itu,” tegasnya.
Asal tahu saja, setiap bulan RSUD Buleleng melayani lebih dari 50 orang pasien jiwa yang menjalani perawatan rutin. Selain itu, dalam sebulan ada 1-2 orang pasien gangguan jiwa berat yang dilarikan ke IGD karena memerlukan perawatan lebih jauh. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya