RadarBuleleng.id - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, memperkenalkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dalam kunjungannya ke Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Sesetan, Bali.
Isyana menjelaskan bahwa prevalensi stunting secara nasional mengalami penurunan.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting pada 2022 tercatat sebesar 21,6 persen, dan pada 2023 sedikit menurun menjadi 21,5 persen.
“Penurunan ini masih sangat kecil. Diperlukan terobosan yang lebih signifikan untuk mempercepat upaya pencegahan stunting,” ungkap Isyana.
Melalui Kementerian Dalam Negeri dan BKKBN, pemerintah memperkenalkan program Genting sebagai solusi strategis.
Program ini bertujuan melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk sektor swasta, untuk menurunkan angka stunting melalui pendekatan gotong royong.
“Gerakan ini mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mencegah stunting, terutama dalam periode kritis 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” ujar Isyana.
Isyana juga menyatakan akan memantau langsung pelaksanaan program Genting yang sebelumnya telah diluncurkan oleh Menteri Wihaji di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk memastikan implementasinya berjalan sesuai rencana.
Di Bali, penanganan stunting menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan daerah lain.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Bali tercatat sebagai yang terendah secara nasional, yakni 7,2 persen pada 2023.
“Kendati demikian, ada tantangan di Denpasar, yang mencatatkan kenaikan angka stunting menjadi 10,8 persen. Sementara itu, Kabupaten Badung dan Klungkung menjadi wilayah dengan prevalensi terendah,” jelas Ni Luh. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya