RadarBuleleng.id - Warga binaan yang menjalani masa tahanan di Lapas Tabanan mendapat layanan konseling untuk meredakan stress dan depresi sekaligus menguatkan kesehatan mental.
Layanan itu diberikan agar para warga binaan dapat menerima kondisinya saat ini. Sekaligus menghilangkan rasa ingin mengulangi perbuatan kriminal.
Untuk memberikan penguatan kesehatan mental, Lapas Tabanan mendatangkan dua orang psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Yakni dr. Rini Trisnowati dan dr. I Made Peri Ardiana Kusuma. Selain itu, dokter di Lapas Tabanan yakni dr. Luh Putu Tresnadewi ikut memberikan konseling.
Warga binaan mendapatkan waktu khusus untuk curhat tentang kehidupannya. Termasuk melakukan konsultasi mengenai hal-hal yang mengganjal.
Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dr. Rini Trisnowati menyebut layanan tersebut sebagai bentuk pengendalian stress dan depresi bagi warga binaan. Sehingga mereka bisa menghilang rasa pikiran kriminal maupun menyakiti diri sendiri.
"Napi sangat riskan mengalami depresi. Kebetulan topik yang diangkat oleh tentang depresi terselubung," ungkapnya.
Baca Juga: Warga Binaan Dilatih Jadi Kader Kesehatan, Diharapkan Bantu Sesama di Lapas Singaraja
Ia menjelaskan depresi terselubung sangat mungkin terjadi. Apalagi bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana di dalam Lapas.
Mereka akan mengalami keterasingan, stigma mental, dan lingkungan yang tidak mendukung.
Lewat layanan konseling, warga binaan bisa lebih terbuka dengan perasaan yang dirasakan. Serta melakukan kegiatan seperti olahraga serta kegiatan keagamaan.
"Napi juga bisa sharing atau berdiskusi tentang pengalaman-pengalaman yang mereka rasakan selama berada di Lapas," tuturnya.
Sementara itu, dokter di Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi layanan terapi stress tersebut untuk menjernihkan pikiran dari para napi. Dengan tujuan mereka menerima masa tahanan sebagai jalan hidup.
"Jadi dia keluar pikirannya sudah damai dan tenang. Agar setiap persoalan hidupnya dicarikan solusi. Bukan dengan melakukan kriminal lagi," ungkapnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya