Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rasio Tenaga Medis di Buleleng Belum Ideal. Sulit Rekrut Dokter Spesialis

Eka Prasetya • Minggu, 2 Maret 2025 | 20:00 WIB

 

PERIKSA KESEHATAN: Layanan pemeriksaan kesehatan di salah satu puskesmas yang ada di Buleleng.
PERIKSA KESEHATAN: Layanan pemeriksaan kesehatan di salah satu puskesmas yang ada di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rasio tenaga medis di Buleleng saat ini belum ideal. Bahkan semakin sulit bagi pemerintah merekrut dokter spesialis.

Hal itu terungkap dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar oleh Dinas Kesehatan Buleleng belum lama ini.

Dalam forum itu terungkap bahwa Buleleng mengelola puluhan fasilitas medis. Yakni 3 unit rumah sakit pemerintah, 20 unit puskesmas, dan 72 puskesmas pembantu.

Belum lagi ada satu unit rumah sakit yang dikelola oleh TNI Angkatan Darat, serta 5 unit rumah sakit yang dikelola swasta.

Dengan kondisi tersebut, ternyata rasio tenaga medis di Buleleng masih belum optimal. Utamanya ketersediaan dokter spesialis.

Upaya pemerintah melakukan rekrutmen dokter spesialis lewat formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu berujung buntu. Lantaran tidak ada pelamar.

Solusinya, pemerintah akan melakukan peningkatan kualitas SDM. Sehingga nantinya mereka dapat ditugaskan di fasilitas medis yang ada di Buleleng.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan mengatakan, saat ini kendala terbesar adalah menempatkan tenaga medis di daerah yang jauh dari perkotaan.

Saat ini formasi tenaga medis di daerah pinggiran, kurang diminati. Sehingga tenaga medis yang tersedia sangat terbatas.

Untuk itu pihaknya akan berupaya meningkatkan kualitas SDM, sehingga bisa menambah tenaga medis di wilayah terpencil.

“Kami ingin memastikan ada pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Budiastawan mengatakan, pihaknya juga akan berupaya menambah dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak. 

Harapannya, mereka bersedia ditugaskan di puskesmas-puskesmas yang ada di Buleleng.

Hal itu sejalan dengan visi misi yang disampaikan oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna.

Dengan penambahan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak, harapannya angka stunting dapat ditekan. Demikian pula angka Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dapat dicegah.

“Kami terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sehingga nantinya tercipta SDM unggul dan kompetitif," demikian Budiastawan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#tenaga medis #kesehatan #dokter spesialis #puskesmas #rumah sakit #dokter