SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemadaman listrik serentak yang terjadi di seluruh Bali, alias Bali Blackout, nyaris berdampak terhadap layanan kesehatan.
Seperti yang terjadi di RSUD Buleleng. Saat pemadaman listrik terjadi, ternyata tim medis tengah melakukan operasi medis.
Informasinya, ada dua operasi yang dilakukan oleh tim medis. Kedua operasi tersebut bersifat operasi gawat darurat.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD saat dikonfirmasi mengatakan, kedua operasi itu dilakukan tim medis yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat.
Adapun operasi yang dilakukan adalah operasi bedah plastik dan operasi ortopedi atau operasi patah tulang.
“Di Instalasi Bedah Sentral tidak ada operasi. Karena di sana digunakan untuk oeprasi terjadwal. Tadi saat mati listrik memang sedang ada tindakan operasi di IGD,” kata Arya.
Meski sempat terjadi pemadaman listrik selama sejam lebih, ia menjamin proses operasi tidak terganggu. Sebab pihak rumah sakit sudah menyiapkan cadangan.
“Semua alat terhubung dengan UPS. Selain itu dalam waktu 15 detik, genset menyala otomatis,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pihak RSUD Buleleng kini memiliki dua unit genset. Kedua unit genset itu siap menyala selama 24 jam nonstop.
Kedua genset itu juga siap digunakan untuk menyalakan alat-alat medis di rumah sakit. Terutama alat-alat yang memang tidak boleh mati.
“Misalnya ventilator, alat cuci darah, itu kan harus tetap berfungsi. Jadi sistem kami sudah siap untuk itu. Kami pastikan semua layanan tidak terganggu,” demikian Arya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya