RadarBuleleng.id – Kabupaten Buleleng menjadi salah satu daerah di Bali yang mendapat sorotan dalam rapat Forum Kemitraan dan Forum Komunikasi Pelayanan Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal itu terungkap dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, di Kantor Gubernur Bali, kemarin (11/6/2025).
Dalam rapat tersebut, Dewa Made Indra menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah.
Namun, implementasi JKN masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama soal kepesertaan dan keaktifan warga dalam program tersebut.
“Ini tugas kita bersama untuk memperluas kepesertaan dan meningkatkan keaktifan peserta JKN,” kata Dewa Indra.
Ia menyebut, beban anggaran JKN dari pemerintah daerah seharusnya terus menurun seiring dengan proses penyisiran data kepesertaan.
Artinya, masyarakat yang tergolong mampu diarahkan untuk menjadi peserta mandiri. Bukan lagi ditanggung oleh negara melalui skema PBI (Penerima Bantuan Iuran).
“Banyak warga yang sebenarnya mampu, tapi masih ditanggung. Ini akan kita koreksi, dan ke depan bantuan hanya untuk mereka yang benar-benar miskin,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direksi Wilayah XI BPJS Kesehatan, Mangisi Raja Simarmata, mengungkapkan bahwa secara umum cakupan kepesertaan aktif JKN di Provinsi Bali sudah tinggi, mencapai 99,13 persen.
Namun, dari sembilan kabupaten/kota, dua daerah belum menembus batas Universal Health Coverage (UHC) minimal 98 persen, yaitu Kabupaten Buleleng dan Jembrana.
Lebih mengkhawatirkan lagi, tingkat kepesertaan aktif di Kabupaten Buleleng masih di bawah 80 persen.
Angka ini menjadi yang terendah di Bali dan menandakan masih banyak warga Buleleng yang belum aktif memanfaatkan layanan JKN.
“Kami berharap ada langkah cepat dari Dinas Sosial PPPA, Disnaker ESDM, serta BPJS Wilayah XI untuk menindaklanjuti ini, khususnya di Buleleng,” tegas Dewa Made Indra.
Pemerintah Provinsi Bali menargetkan seluruh kabupaten/kota dapat mencapai standar UHC sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara merata, termasuk di Buleleng. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya