Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cegah Infeksi Otak Akibat Gigitan Nyamuk, Dinkes Buleleng Genjot Imunisasi JE

Eka Prasetya • Jumat, 13 Juni 2025 | 16:39 WIB

 

IMUNISASI: Kegiatan imunisasi balita di salah satu posyandu yang ada di Buleleng.
IMUNISASI: Kegiatan imunisasi balita di salah satu posyandu yang ada di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Kesehatan Buleleng kini tengah menggenjot imunisasi Japanese Encephalitis (JE). Imunisasi itu dilakukan untuk mencegah penyakit radang otak yang disebabkan oleh nyamuk.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Buleleng, Gede Artamawan menjelaskan, ada sejumlah penyakit yang rentan menyerang balita.

Salah satunya penyakit radang otak yang disebabkan oleh gigitan culex yang membawa virus JEV.

“Imunisasi JE ini sangat efektif. Bila cakupannya tinggi, penyakit ini seharusnya tidak muncul. Tapi karena sempat tertunda saat pandemi, kita perlu menutup celah itu lewat imunisasi kejar,” jelas Artamawan.

Menurut Artamawan, anak-anak yang belum menerima vaksinasi JE memiliki risiko tinggi tertular dan dapat mengalami komplikasi berat, bahkan kelumpuhan.

Selama imunisasi, Dinkes Buleleng menyasar anak usia 10 bulan hingga kurang dari 5 tahun sebagai prioritas utama. Di usia tersebut, sistem kekebalan balita belum terbentuk sempurna, sehingga vaksinasi menjadi langkah perlindungan terbaik.

“Setelah divaksin, tubuh anak akan membentuk antibodi sehingga tidak mudah tertular meskipun digigit nyamuk pembawa virus JE. Ini bentuk perlindungan jangka panjang,” imbuhnya.

Artamawan memastikan pelaksanaan imunisasi telah direncanakan secara matang. Mulai dari logistik vaksin, alat suntik, SDM tenaga kesehatan, hingga distribusi ke seluruh wilayah Buleleng. 

Riwayat imunisasi anak juga dicatat dengan sistem ganda, baik melalui buku KIA maupun aplikasi digital SMILE.

“Stok vaksin aman. Kita hanya menunggu jadwal resmi pelaksanaannya,” ucapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tidak ragu membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Vaksin JE telah terbukti aman. Dampak akibat kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) sangat jarang terjadi.

“Ini program gratis, aman, dan sangat efektif. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan kesempatan karena ragu atau kurang informasi. Jika masih bingung, silahkan konsultasi ke Posyandu, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Selain imunisasi, Artamawan juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah perkembangbiakan nyamuk. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dinas kesehatan #kesehatan #JE #balita #sdm #radang otak #virus #nyamuk #pandemi #buleleng #penyakit #anak #imunisasi