Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jogging, Investasi Murah untuk Hidup Sehat dan Panjang Umur

Francelino Junior • Senin, 11 Agustus 2025 | 21:44 WIB

 

JOGGING: Aktivitas masyarakat Buleleng di Lapangan Bhuana Patra.
JOGGING: Aktivitas masyarakat Buleleng di Lapangan Bhuana Patra.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Olahraga kini tak sekadar menjadi hobi, tetapi investasi terbaik untuk kualitas hidup manusia. 

Ketika gaya hidup modern yang serba praktis. Kemajuan teknologi mendorong pola hidup yang kurang bergerak, aktivitas fisik menjadi kunci kesehatan jangka panjang.

Sejumlah riset ilmiah menunjukkan, manfaat olahraga melampaui sekadar menjaga tubuh tetap ideal. Aktivitas fisik teratur terbukti mengurangi risiko penyakit kronis hingga memperpanjang usia harapan hidup.

The Lancet Global Health pada 2022 merilis temuan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko utama kematian dini di dunia. 

Dampaknya setara dengan kebiasaan merokok dan obesitas, dengan jutaan kematian setiap tahun. 

Sementara itu, penelitian dalam Circulation: Journal of the American Heart Association (2023) mengungkap, orang dewasa yang rutin berolahraga sedang hingga intens memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung koroner dan stroke hingga 30–50 persen.

Tak hanya itu, tinjauan di British Journal of Sports Medicine (2021) menyebut olahraga rutin dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 40 persen dan beberapa jenis kanker seperti kanker kolorektal dan payudara sebesar 20–30 persen.

”Salah satu jenis aktivitas olahraga yang dianjurkan adalah jogging. Latihan aerobik ringan ini hanya membutuhkan sepatu olahraga yang nyaman, bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja,” kata dr. Made Budiawan, Wakil Dekan III pada Fakultas Kedokteran Undiksha.

Jogging yang terlihat sederhana, sebenarnya memiliki manfaat besar. Jogging dapat mendorong kinerja jantung, pembuluh darah, maupun sistem pernafasan bekerja lebih maksimal. Hal itu dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner hingga 45 persen. 

Aktivitas sederhana tersebut juga mampu membakar 200–300 kalori hanya dalam 30 menit, membantu mengontrol berat badan, meningkatkan metabolisme, hingga memperbaiki profil kolesterol.

Manfaat lainnya, jogging memperkuat otot-otot kaki seperti quadriceps, hamstring, gluteus, dan betis. Termasuk meningkatkan kepadatan tulang untuk mencegah osteoporosis. 

Dari sisi fungsi otak, aktivitas ini merangsang produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang penting untuk daya ingat dan fungsi kognitif, sekaligus menurunkan risiko Alzheimer.

”Jogging juga efektif mengurangi stres, kecemasan, dan depresi ringan. Bahkan bisa memperbaiki kualitas tidur dan rasa percaya diri. Namun, intensitas dan durasinya harus disesuaikan. Olahraga berlebihan justru bisa menurunkan daya tahan tubuh,” ujar Budiawan.

Lebih lanjut Budiawan menjelaskan, WHO merekomendasikan durasi minimal 150 menit per minggu atau minimal 22 menit per hari untuk aktivitas fisik intensitas sedang. 

Meski tergolong aman, Budiawan menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau ahli kedokteran olahraga, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan otot-tulang, atau penyakit kronis lainnya.

”Memahami dan menjalankan manfaat olahraga bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mencegah penyakit kronis dan menjaga kualitas hidup di era modern,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#obesitas #olahraga #jantung koroner #Aktivitas #kesehatan #diabetes #merokok #investasi #aerobik #kedokteran #stroke #undiksha #riset #kanker #penyakit #hobi #gaya hidup