Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tingkatkan Profesionalisme, Tim Ambulans RSUD Buleleng Dapat Pelatihan Kegawatdaruratan

Eka Prasetya • Minggu, 14 September 2025 | 14:55 WIB

 

BERI PELATIHAN: Proses latihan paramedis dalam melayani pasien gawat darurat.
BERI PELATIHAN: Proses latihan paramedis dalam melayani pasien gawat darurat.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Buleleng, Pemkab Buleleng melalui RSUD Buleleng menggelar pelatihan khusus terkait kegawatdaruratan.

Pelatihan tersebut menyasar tim ambulance di rumah sakit. Tim mencakup sopir ambulans, tenaga perawat, bidan, hingga dokter UGD dari seluruh puskesmas, rumah sakit negeri maupun swasta, serta PMI Buleleng. 

Mereka sengaja mendapat pelatihan, karena menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam mewujudkan safe community atau komunitas aman di Buleleng.

Plt. Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa mengatakan, peningkatan kualitas layanan darurat membutuhkan koordinasi solid antar-stakeholder. 

Mulai dari tim ambulance, Dinas Kesehatan, hingga instansi terkait harus terintegrasi agar response time makin cepat dan angka kematian maupun kesakitan pasien bisa ditekan.

“Profesionalitas tenaga kegawatdaruratan perlu didukung dengan peningkatan kompetensi anggota tim ambulans, sistem komunikasi yang baik, serta sarana, peralatan, dan fasilitas kesehatan memadai. Dengan begitu, masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kadis Kesehatan dr. Gede Nyoman Sebawa juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. 

Menurutnya, RSUD sebagai pusat rujukan harus ditopang profesionalisme tenaga medis, sumber daya manusia yang kompeten, dan sarana prasarana yang memadai.

Ia berharap workshop ini bisa memperkuat koordinasi antara tim lapangan dan rumah sakit. 

“Kita satukan visi dan misi agar response time semakin cepat serta menurunkan angka kematian dan kesakitan pasien,” tegasnya.

Dalam workshop tersebut, empat narasumber dihadirkan. Di antaranya dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD, yang membawakan materi sistem rujukan gawat darurat di Buleleng; Ns. Budiarsana, S.Kep., MNSc, dengan materi peningkatan kapasitas petugas ambulans dan rujukan; serta Ns. Sri Wahyuni, S.Kep., M.Kep, yang memberikan simulasi alur rujukan dengan table top.

Selain itu, Ns. Made Martini, S.Kep., M.Kep, mengajarkan simulasi tata laksana henti jantung pra rumah sakit oleh petugas ambulans. 

Workshop ditutup dengan simulasi alur komando dan pola komunikasi petugas ambulans oleh Ns. Budiarsana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#perawat #pelatihan #kesehatan #puskesmas #darurat #bidan #rumah sakit #pemkab buleleng #ambulans #komunitas #dokter #ambulance #pasien #pelayanan #pmi #buleleng #rsud buleleng #layanan