Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mahasiswa Undiksha Hadirkan Terapi Kenangan bagi Lansia Penderita Alzheimer

Eka Prasetya • Sabtu, 27 September 2025 | 04:36 WIB

 

TERAPI: Mahasiswa Undiksha saat mendampingi para lansia di PSTW Jara Mara Pati.
TERAPI: Mahasiswa Undiksha saat mendampingi para lansia di PSTW Jara Mara Pati.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Alzheimer dikenal sebagai penyakit yang menyerang sel-sel otak hingga menurunkan kemampuan kognitif penderitanya. 

Daya ingat melemah, kemampuan berpikir terganggu, bahkan perilaku sehari-hari ikut berubah. 

Akibatnya, lansia dengan Alzheimer kerap kesulitan menjalani aktivitas sederhana, seperti mengingat tempat meletakkan barang, mengenali orang terdekat, hingga menjalin interaksi sosial.

Sayangnya, pemahaman masyarakat tentang penyakit ini masih minim. Tidak heran jika jumlah kasus terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) turun tangan dengan ide segar. 

Mereka menghadirkan program bertajuk “Tak Ingin Lupakanmu: Meningkatkan Kognitif Lansia Penderita Alzheimer di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jara Mara Pati melalui Reminiscence Therapy.”

Adapun program itu merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).

Program tersebut dipimpin Ni Made Pradnyan Wulan Andini bersama rekannya Luh Tia Agustini, Ni Kadek Rika Pramudya, Marisa Hilmatussa’adah, dan Ni Kadek Wahyu Lestari Sudiasih. 

Mereka berasal dari lintas program studi, mulai Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Bimbingan dan Konseling, hingga Kedokteran.

Reminiscence therapy atau terapi kenangan, menjadi metode utama yang diterapkan. Lansia diajak kembali membuka ingatan masa lalu melalui berbagai aktivitas menyenangkan. 

“Kami ingin membuat aktivitas yang bisa membantu lansia menghadapi kesulitan akibat penurunan fungsi kognitif, sekaligus memberi makna dan kebersamaan di antara mereka,” jelas Wulan Andini.

Terapi ini dirancang dalam lima tahapan, yakni Tak Ingin Lupa Kepercayaan, Tak Ingin Lupa Keterbukaan, Tak Ingin Lupa Refleksi Pengalaman, Tak Ingin Lupa Makna, dan Tak Ingin Lupa Integrasi Pengalaman. 

Dalam prosesnya, lansia diberi ruang untuk berdiskusi tentang pengalaman masa lalu, membangun rasa percaya diri, sekaligus mempererat hubungan sosial antar penghuni panti.

Tak berhenti di situ, berbagai aktivitas rekreasional juga dilibatkan. Senam pagi, bermain, menari, hingga menonton bersama menjadi bagian dari sesi terapi. Semua dirancang agar suasana lebih cair dan para lansia merasa bahagia.

Program ini berlangsung intensif selama empat bulan dengan pendampingan langsung dari dosen pembimbing Dr. Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd. 

Ia memastikan kegiatan berjalan sesuai prinsip edukatif, partisipatif, dan inklusif yang menjadi landasan Undiksha dalam pengabdian masyarakat.

Melalui “Tak Ingin Lupakanmu,” Undiksha menegaskan komitmennya pada kesehatan masyarakat, khususnya para lansia. 

Program ini bukan sekadar membantu meningkatkan kognitif penderita Alzheimer, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan harmonis antar sesama lansia di PSTW Jara Mara Pati.

Adapun program itu bukan hanya terlaksana sekali saja. Melainkan dilakukan secara kontinu sejak bulan Juli hingga September. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#daya ingat #Aktivitas #alzheimer #mahasiswa #kedokteran #berpikir #lansia #pendidikan #undiksha #otak #penyakit