RadarBuleleng.id – Mata minus atau miopia adalah kondisi gangguan penglihatan yang umum terjadi.
Meskipun secara medis mata minus yang sudah ada tidak dapat disembuhkan tanpa tindakan korektif seperti operasi LASIK, para dokter spesialis mata sepakat bahwa ada cara-cara alami yang efektif untuk mengendalikan dan mencegah agar mata minus tidak bertambah parah.
Salah satu anjuran yang menarik adalah rutin berjemur atau menghabiskan waktu di luar ruangan.
Berikut adalah rangkuman lengkap cara alami mengendalikan mata minus:
1. Perbanyak Waktu di Luar Ruangan (Termasuk Berjemur)
Anjuran untuk beraktivitas di luar ruangan menjadi fokus utama yang ditekankan oleh para ahli kesehatan mata.
Hal ini sangat penting terutama bagi anak-anak dan remaja untuk memperlambat perkembangan miopia.
Paparan sinar matahari (dalam batas wajar) diyakini dapat membantu mensekresi dopamin di retina. Dopamin ini berperan penting dalam mencegah bola mata memanjang (kondisi yang menyebabkan mata minus).
“Paparan matahari berbeda dengan cahaya artifisial dalam ruangan, dan bisa membantu mensekresi dopamin di retina,” ujar dr. Kianti Raisa Darusman, salah seorang dokter spesialis mata di Tangerang Selatan.
Menurut dr. Kianti, keberadaan dopamin di retina dapat membantu mencegah bola mata tidak memanjang, yang mana bisa membuat penglihatan jarak jauh menjadi tidak jelas.
Disarankan untuk meluangkan waktu beraktivitas di bawah sinar matahari dengan intensitas sedang, sekitar 1 hingga 2 jam per hari. Paparan cahaya alami ini berbeda dengan cahaya artifisial di dalam ruangan.
Meskipun berjemur dianjurkan, hindari menatap matahari secara langsung karena dapat merusak mata.
Selalu gunakan kacamata hitam atau topi pelindung saat berada di bawah sinar matahari untuk waktu yang lama.
2. Terapkan Aturan Istirahat Mata (Aturan 20-20-20)
Peregangan dan istirahat mata secara teratur sangat penting, terutama bagi mereka yang sering menggunakan perangkat digital atau melakukan pekerjaan jarak dekat.
Ada istilah aturan 20-20-20. Artinya, setiap 20 menit menatap layar atau objek dekat, alihkan pandangan ke objek yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
Kurangi waktu menatap layar gadget atau komputer dalam waktu yang lama untuk mengurangi ketegangan mata.
Pastikan mendapatkan waktu tidur yang cukup, idealnya 7-8 jam per malam, untuk pemulihan dan relaksasi otot mata.
3. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang untuk Mata
Kesehatan mata juga sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian. Dokter menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan saja.
Pilihlah makanan yang kaya akan vitamin A, C, E, lutein, zinc, dan asam lemak omega-3.
Nutrisi ini membantu menjaga kesehatan retina dan melindungi mata dari kerusakan.
Adapun sumber nutrisi terbaik adalah ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan kembung yang kaya omega 3.
Sementara vitamin terdapat pada sayuran hijau, wortel, ubi jalar, keju, dan hati.
Kandungan lutein b anyak terkandung dalam sayuran hijau seperti bayam.
Menurut dokter, anggapan bahwa hanya wortel yang efektif mengatasi mata minus adalah mitos.
“Tapi kalau khusus makan wortel, itu cuma mitos saja. Jadi bukan cuma wortel, tapi sayur-sayuran, buah-buahan, itu juga bermanfaat untuk kesehatan mata kayak vitamin A, B, C, dan vitamin D juga ternyata berperan dalam kesehatan mata,” ujar dr. Kianti.
Konsumsi berbagai jenis sayur dan buah-buahan yang kaya nutrisi adalah kunci.
4. Gunakan Lensa Korektif yang Tepat
Penggunaan kacamata atau lensa kontak dengan resep yang sesuai sangat penting.
Penggunaan lensa yang tepat tidak hanya memperbaiki penglihatan, tetapi juga berfungsi untuk mencegah mata minus menjadi semakin parah.
Lakukan pemeriksaan mata secara teratur (setidaknya setahun sekali) untuk memastikan resep lensa tetap akurat seiring waktu.
Meskipun cara alami seperti berjemur dan pola hidup sehat tidak dapat menghilangkan mata minus yang sudah terbentuk (kecuali dengan operasi), langkah-langkah ini terbukti sangat efektif untuk mengendalikan, memperlambat perkembangan, dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan agar minus tidak bertambah parah.
Selalu konsultasikan perubahan atau penanganan mata minus Anda kepada dokter spesialis mata. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya