SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Stroke masih sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat.
Banyak yang keliru mengira gejala awalnya hanya sakit kepala biasa, padahal kondisi ini bisa berakibat fatal bila tidak ditangani dengan cepat.
Tim medis dari Kelompok Staf Medis (KSM) Neurologi RSUD Buleleng pun menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
Dokter spesialis neurologi di RSUD Buleleng, dr. Luh Putu Lina Kamelia, Sp.S. mengungkapkan, stroke tidak hanya menyerang orang tua, tetapi juga bisa dialami kalangan muda.
“Remaja pun bisa mengalaminya, terutama akibat pola hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak seimbang, dan kurang olahraga,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebagian besar pasien stroke yang dirawat di RSUD Buleleng datang dalam kondisi sudah parah karena terlambat mendapatkan penanganan medis.
“Keterlambatan datang ke rumah sakit menjadi penyebab utama pasien tidak tertolong secara optimal. Banyak yang tidak mengenali gejala awal stroke,” ujarnya.
Dr. Lina menjelaskan beberapa tanda awal stroke yang harus diwaspadai, di antaranya bibir tampak mencong saat tersenyum, bicara tidak jelas, sakit kepala berdenyut, dan pandangan mendadak kabur.
Bila menemukan gejala tersebut, masyarakat diminta segera menghubungi RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan cepat.
“Jangan menunda atau datang ke fasilitas kesehatan yang tidak memiliki layanan stroke. Setiap detik sangat berharga,” tegasnya.
Sejak tahun 2022, RSUD Buleleng telah menjalankan program jemput bola penanganan stroke.
Masyarakat cukup menghubungi layanan pelanggan RSUD, dan tim medis akan segera menjemput pasien di lokasi manapun berada.
Program tersebut juga bekerjasama dengan rumah sakit lain di Kabupaten Buleleng, seperti RSUD Giri Emas dan RSUD Tangguwisia.
Untuk wilayah Kota Singaraja dengan radius 10 kilometer, layanan cepat tanggap diberikan menggunakan ambulans RSUD Buleleng.
Rumah sakit ini juga telah memiliki ruang khusus penanganan stroke yang dilengkapi peralatan medis modern serta tenaga medis berkompeten.
“Sel-sel otak tidak bisa diperbaiki jika sudah rusak. Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat adalah kunci utama kesembuhan pasien stroke,” tegas dr. Lina. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya