Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tekan Kasus Ulah Pati pada Remaja, Dosen STIKes Buleleng Ciptakan Aplikasi EMOSYNC

Eka Prasetya • Selasa, 11 November 2025 | 13:53 WIB

 

SOSIALISASI: Tim dari STIKES Buleleng mengenalkan aplikasi EMOSYNC untuk deteksi kesehatan mental dan mencegah perilaku ulah pati di kalangan remaja.
SOSIALISASI: Tim dari STIKES Buleleng mengenalkan aplikasi EMOSYNC untuk deteksi kesehatan mental dan mencegah perilaku ulah pati di kalangan remaja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id — Upaya mencegah meningkatnya gangguan mental dan perilaku ulah pati di kalangan remaja terus dilakukan kalangan akademisi. 

Salah satunya datang dari dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Buleleng, Agus Ari Pratama bersama timnya, yang sukses meraih pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Dikti Sainstek).

Tim beranggotakan Ni Ketut Putri Martasari dari STIKes Buleleng, Mertyani Sari Dewi dari STIE Satya Dharma, serta sejumlah mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Buleleng. 

Mereka menjalankan kegiatan bertajuk “Implementasi Aplikasi EMOSYNC dan Terapi SELARAS (Sehatkan Pikiran, Latih Emosi, Rangkul Asa) dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental serta Generasi Anti Bundir pada Remaja.”

Kegiatan dilaksanakan di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, dengan melibatkan remaja Karang Taruna Satya Kencana sebagai peserta utama. 

Program tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus membekali remaja dengan keterampilan menjaga kesehatan mental.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa mengelola emosi dan menjaga harapan hidup bisa dilakukan dengan cara yang positif, menyenangkan, dan berbasis komunitas,” jelas Agus Ari Pratama.

Dalam pelaksanaannya, tim memadukan pendekatan digital dan terapi komunitas. 

Aplikasi EMOSYNC berperan sebagai pendamping digital bagi remaja agar mampu mengenali dan mengelola emosi. 

Aplikasi ini dilengkapi fitur pemantauan suasana hati (mood tracker), refleksi diri, serta edukasi singkat seputar keseimbangan mental.

Sementara Terapi SELARAS dilakukan melalui kegiatan interaktif seperti diskusi reflektif, latihan mindfulness, dan permainan kelompok yang menumbuhkan empati serta rasa optimisme di kalangan peserta.

Hasilnya cukup menggembirakan. Berdasarkan evaluasi, terjadi peningkatan kemampuan regulasi emosi dan rasa percaya diri para peserta. 

Mereka juga menjadi lebih terbuka dalam mengungkapkan perasaan dan mencari bantuan saat menghadapi tekanan mental.

Ketua Karang Taruna Satya Kencana, Putu Ardika Sudiantara, mengapresiasi inisiatif tersebut. 

“Kami berterima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa yang membawa inovasi seperti EMOSYNC. Remaja di desa kami kini lebih berani bicara tentang perasaan dan belajar menenangkan diri tanpa malu. Semoga kegiatan ini berlanjut,” ujarnya.

Selain berdampak langsung pada peserta, kegiatan PKM ini juga menjadi model penerapan teknologi digital untuk kesehatan mental berbasis komunitas. 

Tim berharap, program serupa dapat diadopsi oleh sekolah maupun komunitas remaja lain di Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari gerakan “Generasi Anti Bundir”. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #karang taruna #stikes #emosi #dikti #STIKES Buleleng #dosen #akademisi #ulah pati #remaja #kesehatan mental #pendidikan #mental #Pengabdian kepada masyarakat #buleleng #aplikasi #kementerian