SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kasus gigitan anjing di Kabupaten Buleleng, Bali, sepanjang 2025 tercatat cukup tinggi.
Hingga 10 Desember 2025, sebanyak 4.087 kasus dilaporkan dari sembilan kecamatan. Dari total tersebut, sebanyak 111 kasus gigitan diantaranya positif rabies.
Kasus terbaru terjadi di Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, pada Sabtu (6/12/2025) lalu ketika seorang warga digigit anjing liar yang mengamuk.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat menyebut anjing yang mengamuk itu positif rabies. Korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas.
“Begitu terjadi gigitan, penanganannya masuk ke SOP Dinas Kesehatan. Korban langsung diberikan vaksin di puskesmas. Data gigitan itu sama-sama kami laporkan,” kata Melandrat.
Ia mengungkapkan beberapa kasus tahun ini memperlihatkan pola gigitan agresif. Salah satunya, insiden ketika seekor anjing menggigit delapan orang, termasuk siswa sekolah.
Pola itu mengindikasikan anjing berada dalam kondisi rabies aktif sehingga menyerang siapapun di dekatnya.
Melandrat mengatakan penyebaran rabies sulit dibatasi wilayah karena mobilitas anjing liar maupun peliharaan cukup tinggi.
Bahkan sejumlah anjing positif rabies merupakan anjing ras. Jenis anjing ini disebut lebih sensitif terhadap penyakit.
“Anjing ras itu lebih sensitif dibanding anjing lokal. Banyak kasus rabies dipicu anjing-anjing yang dilepas bebas,” ujarnya.
Vaksinasi disebut tetap menjadi strategi utama pengendalian rabies, baik melalui vaksin rutin untuk anjing peliharaan maupun vaksinasi massal setelah muncul kasus di wilayah tertentu.
Setelah temuan kasus di Dadap Putih, pemerintah langsung melakukan vaksinasi dan penelusuran kontak satwa.
Melandrat juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan anjing berkeliaran tanpa vaksin.
Setiap gigitan baik oleh anjing lokal maupun anjing ras wajib segera dilaporkan. Korban gigitan juga harus memperoleh vaksin anti-rabies (VAR) secepat mungkin. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya