Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Bocah 8 Tahun di Bali Meninggal dengan Gejala Rabies

Zulfika Rahman • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:16 WIB

 

Ilustrasi, kasus rabies di kabupaten Karangasem Bali naik.
Ilustrasi, kasus rabies di kabupaten Karangasem Bali naik.

RadarBuleleng.id - Duka mendalam menyelimuti Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. 

Seorang bocah perempuan berinisial NMRW, 8, meninggal dunia setelah mengalami gejala medis yang mengarah kuat pada infeksi rabies.

Korban menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan di RSUD Karangasem pada Rabu (7/1/2026). 

Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu sebelumnya menunjukkan tanda-tanda khas rabies yang muncul secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat.

Peristiwa tragis ini berawal sekitar tiga bulan lalu. Saat itu, NMRW mengalami luka gores di bagian kaki akibat cakaran anak anjing liar. 

Luka tersebut dinilai ringan oleh keluarga dan hanya diobati secara tradisional menggunakan lidah buaya.

Baca Juga: Sempat Terhenti Seminggu, Siswa di Buleleng Kembali Dapat MBG

Karena tidak menimbulkan keluhan serius, korban tidak dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR). 

Kondisi tersebut membuat virus, yang diduga rabies, berkembang tanpa terdeteksi.

Petaka terjadi pada Selasa (6/1/2026). Sepulang sekolah, korban mendadak mengalami demam tinggi dan tubuh lemas. 

Kondisinya terus memburuk hingga muncul gejala khas rabies, seperti takut air (hidrofobi), takut angin, serta kejang-kejang.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karangasem dan sempat mendapat penanganan intensif. Namun upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

“Pasien sempat mendapat perawatan intensif di ruang IGD hingga ICU. Namun kondisinya terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia pada Rabu siang,” ungkap Direktur RSUD Karangasem, dr. Putu Angga Wirayogi.

Meski gejala yang muncul sangat identik dengan rabies, pihak rumah sakit masih menetapkan status suspek (diduga) rabies pada kasus ini.

“Kami belum bisa memastikan 100 persen karena anjing yang mencakar korban tidak diketahui keberadaannya untuk diobservasi,” tambah dr. Angga. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#karangasem #bali #bocah #medis #perempuan #abang #Vaksin Anti Rabies #anjing #sekolah dasar #rabies #perawatan #var #duka #rsud karangasem