Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waspada Super Flu, Dinkes Pastikan Bali Nihil Kasus

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:43 WIB
ilustrasi influenza
ilustrasi influenza

RadarBuleleng.id - Meski Kementerian Kesehatan RI mencatat sedikitnya 62 kasus influenza A (H3N2) di sejumlah daerah, Bali hingga kini masih dinyatakan aman. 

Pemprov Bali memastikan belum menemukan satupun kasus penyakit saluran pernapasan yang kerap disebut sebagai “Super Flu” di Pulau Dewata.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul berkembangnya informasi kasus influenza di luar daerah. 

Pemantauan intensif terus dilakukan sembari mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan menjaga kondisi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. I Nyoman Gde Anom mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kasus Super Flu maupun influenza A (H3N2) di Bali. 

Meski demikian, masyarakat diminta memperkuat daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.

“Sampai hari ini, Bali masih nihil laporan kasus tersebut. Namun, kami terus mengingatkan masyarakat untuk memperkuat imunitas melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan bergizi, olahraga, dan istirahat cukup,” ujar dr. Anom.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali dr. I Gusti Ayu Raka Susanti. 

Ia menegaskan, hingga kini Kementerian Kesehatan RI belum menerbitkan Surat Edaran (SE) resmi maupun melakukan sosialisasi khusus terkait fenomena Super Flu.

“Terkait Super Flu ini, memang belum ada edaran resmi maupun sosialisasi dari Kemenkes. Kami di daerah pun belum bisa memberikan keterangan secara detail mengenai karakteristik spesifik penyakit ini karena masih menunggu arahan pusat,” jelas dr. Raka Susanti.

Secara medis, istilah Super Flu kerap dikaitkan dengan infeksi influenza yang memiliki tingkat penularan lebih cepat atau gejala yang lebih berat. 

Namun secara klinis, gejalanya masih serupa dengan influenza pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, hingga nyeri tenggorokan. Kelompok yang lebih rentan terdampak di antaranya ibu hamil, lansia, dan anak-anak.

Kementerian Kesehatan RI sendiri menegaskan bahwa situasi influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali. Penyakit ini juga dipastikan tidak separah Covid-19.

Meski informasi mengenai varian ini masih terbatas, masyarakat diminta tidak panik berlebihan. 

Raka Susanti menegaskan, Bali memiliki kesiapan infrastruktur dan tenaga kesehatan yang memadai dalam menghadapi penyakit saluran pernapasan.

“Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Bali akan selalu siap menghadapi kejadian influenza apapun bentuknya. Kita sudah punya pengalaman besar saat menangani pandemi Covid-19 lalu. Sistem surveilans dan penanganan kita sudah teruji,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Bali mengimbau masyarakat yang mengalami gejala flu berkepanjangan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. 

Penggunaan masker, terutama bagi warga yang sedang sakit atau berada di keramaian, juga disarankan sebagai langkah pencegahan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#COVID-19 #bali #dinas kesehatan #kesehatan #Pemprov Bali #influenza #flu #phbs #kementerian kesehatan #kasus #Super Flu #penyakit