SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemenuhan gizi anak perlu kembali menjadi perhatian serius, terutama setelah masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Selama libur panjang, pola makan anak kerap tak terkontrol, baik dari sisi jadwal maupun jenis asupan, sehingga berdampak pada kebugaran dan konsentrasi belajar saat kembali ke sekolah.
Ahli Gizi RSUD Buleleng, Gede Eka Subiarta mengatakan, awal 2026 menjadi momentum penting untuk memulihkan kondisi fisik dan fokus belajar anak setelah libur sekolah.
”Biasakan anak sarapan pagi dominasi lebih besar porsi dari sumber protein. Karena kalau terlalu besar karbohidrat, justru anak akan ngundap (mengantuk),” ungkapnya.
Ia menekankan, menu sarapan sebaiknya difokuskan pada makanan tinggi protein seperti telur, ikan, atau daging tanpa lemak.
Asupan tersebut membantu menjaga energi anak tetap stabil sehingga lebih siap mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Selain protein, sarapan juga perlu dilengkapi dengan makanan yang kaya zat besi dan Omega 3.
Kandungan ini berperan penting dalam mendukung perkembangan otak serta daya ingat anak. Salah satu sumber terbaiknya adalah ikan.
Memasuki tahun 2026, orang tua juga diingatkan untuk memastikan kebutuhan cairan anak tercukupi dengan baik.
”Pastikan anak minum air putih setidaknya delapan gelas sehari. Ini untuk menjaga fungsi kognitif dan fokus anak, dalam mengikuti semua pembelajaran yang didapat di sekolah,” lanjut Eka Subiarta yang juga Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Buleleng itu.
Tak hanya soal sarapan, pola makan anak secara keseluruhan juga perlu diperbaiki. Selama libur sekolah, jadwal makan anak cenderung berantakan.
Dengan kembali mengatur pola makan yang teratur, tubuh anak akan lebih mudah beradaptasi dan sistem metabolisme kembali optimal.
Pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak juga menjadi perhatian penting. Mengingat, selama masa libur, anak-anak kerap mengonsumsi makanan olahan dan minuman manis yang memicu lonjakan kadar gula dalam tubuh.
”Keterlibatan orang tua untuk menyiapkan sarapan, sangat besar. Karena masa transisi dari masa libur sekolah, agar kebutuhan gizi anak terpenuhi dan mereka bisa fokus terima semua pelajaran di sekolah. Contohnya nasi goreng sayur atau berikan cemilan buah untuk bekal anak,” tegasnya.
Ia juga menilai, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di sejumlah sekolah menjadi salah satu upaya strategis dalam pemenuhan gizi anak.
Menu MBG disusun sesuai standar dan petunjuk teknis, sehingga mendorong pemenuhan gizi seimbang bagi siswa.
Sementara itu, bagi sekolah yang belum mendapatkan program MBG, peran orang tua tetap menjadi kunci melalui penyediaan bekal sehat dan bergizi untuk anak sebelum berangkat ke sekolah. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya