Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Belum Ada Kasus, Buleleng Tingkatkan Kewaspadaan Super Flu Tipe A

Francelino Junior • Kamis, 15 Januari 2026 | 10:59 WIB

 

Ilustrasi bentuk virus Influenza A yang menyebabkan lonjakan kasus flu di Indonesia.
Ilustrasi bentuk virus Influenza A yang menyebabkan lonjakan kasus flu di Indonesia.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kabupaten Buleleng, Bali, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran influenza tipe A atau yang kerap disebut super flu, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus. 

Masyarakat pun diminta aktif berperan dalam pencegahan, terutama dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Langkah antisipasi merupakan tindak lanjut dari surat edaran Direktorat Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI terkait hasil pemeriksaan sequencing virus influenza di Provinsi Bali. 

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto menegaskan, bahwa kebijakan ini bersifat kewaspadaan dini untuk mencegah lonjakan kasus influenza, khususnya tipe A.

“Ini sifatnya kewaspadaan dini. Kami diminta menguatkan langkah pencegahan agar tidak terjadi peningkatan kasus influenza, khususnya influenza tipe A,” ujarnya.

Menurutnya, peran masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus potensi penularan. 

Karena itu, Dinkes Buleleng terus mengintensifkan komunikasi risiko dan edukasi kesehatan melalui berbagai saluran, terutama terkait penerapan PHBS.

Upaya tersebut meliputi kebiasaan mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. 

Warga yang mengalami gejala flu juga diimbau membatasi kontak dengan orang lain dan beristirahat di rumah.

“Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kasus sudah terjadi,” tegasnya.

Sucipto juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat, seperti demam tinggi, sesak napas, atau kelelahan ekstrem.

Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Buleleng—mulai dari rumah sakit, klinik, hingga puskesmas—diminta aktif melakukan pemantauan kasus Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA, dan pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Pemantauan bertujuan meningkatkan deteksi dini serta pengambilan spesimen sesuai definisi operasional yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. 

Petugas kesehatan juga didorong meningkatkan kemampuan respons cepat terhadap pasien dengan gejala influenza berat.

Koordinasi lintas program dan lintas sektor turut diperkuat, termasuk dengan puskesmas serta rumah sakit rujukan. 

“Jika terjadi peningkatan kasus influenza, sistem notifikasi cepat akan langsung diaktifkan sehingga bisa segera ditindaklanjuti dengan investigasi epidemiologi,” pungkas Sucipto. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #dinas kesehatan #kesehatan #dinkes #influenza #laboratorium #phbs #kementerian kesehatan #Super Flu #buleleng