Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kejar Target, Dinkes Buleleng Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis hingga ke Desa

Eka Prasetya • Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:14 WIB

 

CEK KESEHATAN: Layanan cek kesehatan di salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Buleleng.
CEK KESEHATAN: Layanan cek kesehatan di salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng melalui Dinas Kesehatan memperluas pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan turun langsung ke desa-desa sepanjang 2026. 

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk mengejar target partisipasi masyarakat sebesar 46 persen hingga akhir tahun, sesuai arahan Bupati Buleleng.

Sebelumnya, layanan CKG hanya digelar di puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu. 

Kini, tenaga kesehatan dikerahkan langsung ke desa melalui gebyar layanan agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto mengatakan, program yang telah berjalan sejak tahun lalu itu menunjukkan progres positif. 

Sepanjang tahun 2026, antusias masyarakat mengikuti program semakin tinggi. Namun, percepatan tetap diperlukan agar target partisipasi dapat tercapai.

“Di tahun ini kita ditargetkan 46 persen. Karena itu kita lakukan gebyar-gebyar di desa agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Bulian Resah Aksi Kebut-Kebutan, Kapolres Buleleng Janji Tindak Tegas

Layanan pemeriksaan diberikan untuk seluruh kelompok usia, mulai balita hingga lanjut usia. 

Jenis pemeriksaan meliputi deteksi dini hipertensi, risiko stroke, gangguan mobilitas dan penurunan kebugaran pada lansia, hingga skrining penyakit bawaan seperti gangguan tiroid pada anak.

Tak hanya pelayanan medis, pendekatan lintas sektor juga diperkuat. Dinas Kesehatan melibatkan aparat desa dan tokoh masyarakat untuk menggencarkan sosialisasi, mendorong warga agar rutin memeriksakan kesehatan dan tidak menunggu sakit terlebih dahulu.

Menurut dr. Sucipto, program CKG memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

Deteksi dini memungkinkan penyakit ditangani lebih cepat dan tepat, sehingga berdampak pada peningkatan angka harapan hidup.

Data periode 2020–2025 mencatat angka harapan hidup masyarakat Buleleng berada di kisaran 75,06 tahun. Pemerintah berharap melalui perluasan CKG, angka tersebut dapat terus meningkat.

“Semakin awal kita tahu kondisi kesehatan masyarakat, semakin baik penanganannya. Harapannya tentu umur harapan hidup bisa meningkat,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#CKG #lanjut usia #dinas kesehatan #kesehatan #balita #fasilitas kesehatan #puskesmas #pemkab buleleng #posyandu #Puskesmas Pembantu #cek kesehatan gratis #buleleng