SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Upaya menekan kasus kanker serviks terus digencarkan.
Salah satu langkah yang kini didorong adalah deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA test.
Metode skrining berbasis molekuler yang dinilai lebih akurat dan nyaman untuk mendeteksi virus HPV berisiko tinggi, terutama pada perempuan usia 30–69 tahun.
Di Buleleng, komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gebyar HPV DNA yang digelar Dinas Kesehatan Buleleng bersinergi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Buleleng.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-422 Kota Singaraja dan berlangsung selama dua hari, 26–27 Maret 2026, di Klinik Sutji Medika.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, menjelaskan skrining tersebut difokuskan pada perempuan usia produktif yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi HPV.
Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah perkembangan penyakit ke tahap yang lebih serius.
“Jika terdeteksi lebih awal, penanganan bisa segera dilakukan sehingga tidak berkembang menjadi kanker serviks,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan pemeriksaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan gebyar, tetapi juga rutin tersedia di puskesmas.
Program tersebut bahkan diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan.
“Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan. Ini justru langkah awal untuk melindungi diri. Kalau kita sayang pada diri sendiri, pasti ada keinginan untuk melakukan deteksi sejak dini,” ujarnya.
Dari sisi capaian, respons masyarakat terbilang tinggi. Dari target 5.500 sasaran, hingga akhir Maret 2026 hampir 3.000 perempuan telah mengikuti pemeriksaan.
Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Salah satu peserta, Luh Ayu, 48, warga Banyuning, mengaku terdorong mengikuti pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Meski sempat merasa tegang, ia akhirnya lebih tenang setelah mendapat pendampingan dari tenaga kesehatan.
“Kalau terdeteksi lebih awal, kita bisa segera mencegah dan berobat. Astungkara, bisa terhindar dari penyakit,” ajaknya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya