Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

DBD di Buleleng Meningkat, Lingkungan Kotor dan Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu

Francelino Junior • Selasa, 14 April 2026 | 16:16 WIB
CEK JENTIK: Petugas surveilans memantau jentik nyamuk di pemukiman warga. Keberadaan jentik nyamuk rentan memicu kasus demam berdarah. (Pemkab Buleleng)
CEK JENTIK: Petugas surveilans memantau jentik nyamuk di pemukiman warga. Keberadaan jentik nyamuk rentan memicu kasus demam berdarah. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng, Bali, kembali menuai sorotan publik. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng mencatat sebanyak 109 kasus terjadi sejak 1 Januari hingga 9 April 2026.

Kasus ini mencuat setelah seorang balita, Kadek Giara Dwitya Pradyanti, 4, asal Lingkungan Banyuning Timur, Kelurahan Banyuning, meninggal dunia akibat DBD. 

Korban sempat menjalani perawatan di RSU Puri Bunda sejak Minggu (5/4/2026) malam, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada Selasa (7/4/2026). Kondisinya disebut telah berkembang menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS).

Kepala Dinkes Buleleng, dr. Sucipto, mengungkapkan ada sejumlah faktor utama yang memicu meningkatnya kasus DBD di wilayah tersebut. Salah satunya adalah kondisi lingkungan yang kurang terjaga.

“Lingkungan padat dan banyak tempat genangan air yang tidak dibersihkan bisa menjadi sarang jentik. Ini yang harus diwaspadai,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, kepadatan penduduk, cuaca ekstrem, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi pemicu utama munculnya kasus yang bersifat musiman ini.

Dinkes pun menekankan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah pencegahan utama. 

Upaya sederhana seperti membersihkan genangan air dan menghindari tumpukan sampah dinilai efektif menekan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Selain itu, masyarakat juga diminta lebih peka terhadap gejala awal DBD. Jika anggota keluarga mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari yang disertai bintik merah, mual, muntah, atau mimisan, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sucipto juga memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan telah diinstruksikan untuk segera melaporkan setiap temuan kasus. Langkah ini penting agar tim surveilans dapat melakukan penelusuran secepat mungkin.

“Laporan dan penanganan yang cepat menjadi kunci untuk mencegah penyebaran DBD lebih luas,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kesehatan #demam berdarah #nyamuk #buleleng